Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KETERSEDIAAN MODAL DAN LAHAN TERHADAP PROSES TRANSFORMASI SPASIAL HBE DI KAMPUNG KARANGASEM, SLEMAN Luluk Rani Puspita; Dwita Hadi Rahmi
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2018): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5725.105 KB) | DOI: 10.21460/atrium.v4i2.20

Abstract

Title: The Effect of Capital and Land Availability on The Spatial Transformation Process at Kampung Karangasem, Sleman Kampung Karangasem as one of Kampung located in pheriphery of Yogyakarta has very rapid spatial development since the establishment of UGM and UNY. People’s initiatives to seize this opportunity, make spatial change from housing into home based enterprises. This study aims to determine the effect of capital and land availability on the spatial transformation process of HBE at Kampung Karangasem. Method used in this study is deductive-qualitative. Data collective by “participant as observer” and mapping.The result of this study indicate that the availability of capital and land has an influence of strategy in the process of transformation from house into a home-based enterprises. Limited capital ownership influences the transformation process of horizontal sharing of space, horizontal shifting of space, horizontal extending of space and vertical extending of space. If homeowner have enough capital, it will make transformation vertical extending of space. The influence of the availability of land is the house that still have enough land with sufficient area will choose to use the horizontal extending of space strategy, while the vertical extending of space strategy is chosen if there is no available vacant land.
Horizontal Spatial Transformation of Home-Based Enterprises in Kampung Karangasem, Depok, Sleman Luluk Rani Puspita; Dwita Hadi Rahmi
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol2.iss2.art7

Abstract

The number of educational facilities around campus is directly proportional to the number of students, especially those from out of town. The emergence of student facilities accommodated by the kampong (villages) around the university can be observed in Kampung Karangasem, Depok, Sleman. This phenomenon led to the concept of Home-Based Enterprises (HBE), which refers to residences transformed into business places. One of the ways to transform a house into HBE is by maximizing the space or land area horizontally without increasing the number of floors. In regard to that, this research aimed to study the horizontal spatial transformation in HBE in Kampung Karangasem. This study used the qualitative deductive approach with case study method. The findings reveal that the transformation of horizontal space involves the extending of space, sharing of space, shifting of space, and squishing of space.Keyword: Spatial Transformation, Horizontal Transformation, Home-based enterprises
Pengaruh Faktor Ekonomi Pada Transformasi Spasial HBE di Kampung Karangasem, Sleman Luluk Rani Puspita; Dwita Hadi Rahmi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya transformasi rumah tinggal menjadi Home Based Enterprises. Pada rumah-rumah tinggal di Kampung Karangasem, Depok, Sleman , perubahan rumah diakibatkan oleh munculnya peluang usaha bagi pemenuhan fasilitas mahasiswa setelah Kampus UGM dan UNY dibangun. Hal ini memunculkan perubahan fungsi hunian dari yang tadinya berupa rumah tinggal menjadi rumah usaha atau home based enterprises. Pesatnya perubahanruang-ruang didalam rumah tinggal akibat HBE ini menjadikan penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor ekonomi terhadap perkembangan spasial HBE di Kampung Karangasem. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa faktor ekonomi mempengaruhi jenis transformasi spasial.Pada HBE dengan pemilik rumah yang memiliki pendapatan utama , strategi adaptasi yang dilakukan pada proses transformasi adalah pemampatan ruang (squishing of space), pergantian ruang horizontal (horizontal shifting of space),pembagian ruang(horizontal sharing of space) , perluasan ruang vertikal (vertical extending of space), dan perluasan ruang horizontal (horizontalextending of space).Sedangkan pada HBE dengan pemilik rumah yang memiliki profesi utama, strategi adaptasi yang ditemukan kebanyakan adalah perluasan ruang (extending of space) baik vertikal maupun horizontal.
OPTIMALISASI KENYAMANAN TERMAL DAN EFISIENSI ENERGI MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PERANCANGAN EDUWISATA SUSU SAPI DI PAKEM, SLEMAN Dhorika Husniawan; Rachmat Wahyu Prabowo; Luluk Rani Puspita; Aldrin Febriansyah
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v4i1.6572

Abstract

Perancangan eduwisata susu sapi di Kecamatan Pakem dilakukan sebagai upaya integrasi antara fungsi edukasi, produksi, dan rekreasi dalam satu kawasan berbasis arsitektur tropis. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan yang tidak hanya responsif terhadap iklim, tetapi juga menerapkan prinsip desain hemat energi melalui sistem utilitas dan infrastruktur bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis tapak, studi preseden, serta perancangan arsitektural dan utilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi desain hemat energi diterapkan melalui optimalisasi pencahayaan alami, ventilasi silang, pemanfaatan material lokal, serta sistem utilitas yang efisien seperti penggunaan lampu LED, pengelolaan air hujan, dan sistem distribusi air berbasis gravitasi. Selain itu, integrasi lanskap dan ruang terbuka hijau berperan dalam menciptakan mikroklimat yang mendukung kenyamanan termal secara pasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan arsitektur tropis yang dikombinasikan dengan sistem utilitas yang efisien mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan serta meningkatkan keberlanjutan kawasan eduwisata.