Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TIPOLOGI KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT CUACA EKSTREM STUDI KASUS CUACA EKSTREM KABUPATEN BANTUL 2019 Rachmat Wahyu Prabowo
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2020): Ruang Tematik
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v2i2.1123

Abstract

The threat of disaster is unavoidable in Indonesia. In 2018, for example, 2,564 disasters occurred in which no city / district in Indonesia was free from threats. Statistical data shows that more than 90% of disasters in Indonesia are included in the hydrometereological disaster category, which has continued to increase over the past 15 years. Even in the early half of 2020, there were 256 disasters with 99% of them being hydrometereological disasters such as floods, landslides and tornadoes. The existence of extreme weather events in Bantul Regency in 2019 shows that the dangers of hydrometereology can cause considerable harm to the community. There needs to be a study to find out how to mitigate hydrometereological disasters which are the most common hazards in Indonesia. Analysis of building damage and disaster data needs to be carried out to determine the characteristics of the impact of extreme weather on buildings, to identify building elements that are vulnerable to damage, to provide anticipatory measures and alertness to extreme weather in Indonesia. Building damage data is grouped and processed in graphical form to read information patterns as material for analysis. The results of the study show that there are things that must be done in the face of extreme weather including: choosing the quality of materials and the strength of the construction of the building, attention to building elements, especially the back of the building (kitchen & bathroom), walls, and foundations, high vigilance in the area steep contours and highlands, need to be vigilant with all elements of society in areas of high potential for extreme weather, and the need to pay attention to vulnerable groups of the elderly and children.
Penentuan Jalur Mitigasi di Kawasan Jeron Beteng Yogyakarta dengan Metode Mental Mapping Widyaningsih, Eka; Subangun, Radiaswari; Prabowo, Rachmat Wahyu
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v21i1.2709

Abstract

Jeron Beteng merupakan bagian dari wilayah Kraton Yogyakarta yang berada di bagian dalam batas benteng Baluwerti yang berfungsi sebagai area permukiman dengan kepadatan penduduk mencapai 150 jiwa/ha. Pada saat terjadi bencana, kepadatan penduduk ini mengandung potensi korban jiwa yang cukup tinggi. Hal ini menjadi permasalahan utama dalam penanganan mitigasi bencana, terutama dalam proses evakuasi. Sementara itu, mitigasi kebencanaan yang paling ideal terjadi apabila penghuni/korban secara intuitif bergerak ke arah area titik kumpul yang aman. Untuk menentukan titik kumpul yang aman ini perlu kajian identifikasi kawasan dari sudut pandang penggunanya. Di kawasan Jeron Beteng, pengguna dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu penghuni yang sudah cukup mengenal Kawasan, pengunjung temporer rutin yang sudah terbiasa dengan kawasan tersebut dan wisatawan yang masih asing terhadap kawasan Jeron Beteng. Mental mapping merupakan sebuah metode identifikasi elemen ruang kota yang digagas oleh Kevin Lynch untuk mengenali, mendeskripsikan, dan memetakan pengalaman ruang sebuah kawasan. Metode mental mapping ini digunakan untuk mengidentifikasi 5 elemen kawasan Jeron Beteng yang kemudian diterjemahkan menjadi rencana  mitigasi bencana menurut persepsi penggunanya, sehingga dihasilkan jalur evakuasi dan titik kumpul yang mudah dikenali, dijangkau, dan digunakan oleh penggunanya.
Design Concept of Dairy Milk Edu-Tourism in Pakem District Using a Tropical Architecture Approach Dhorika Husniawan; Rachmat Wahyu Prabowo
ARCHIHUMANUM Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v4i1.235

Abstract

Indonesia's dairy milk production remains low, requiring imports to meet more than 80% of national demand. Sleman, particularly Pakem District, has significant potential as a dairy cattle center, but limitations in business scale, technology, and sanitation prevent optimal productivity. Meanwhile, tourism in the Special Region of Yogyakarta (DIY) continues to grow, opening up opportunities for integrating livestock farming with ecotourism as a strategy for economic diversification and public education. This study aims to design a dairy ecotourism area in Pakem using a tropical architectural approach that is adaptive to the local climate, sustainable, and supports educational and recreational functions. The methods used include data collection, site analysis, space requirements, and precedent studies. The resulting design emphasizes open mass composition, flexible circulation, shaded facades, productive landscapes, and environmentally friendly utility systems. This design is expected to become a model for ecotourism that increases the economic value of livestock farmers, strengthens public awareness of healthy food, and emphasizes the relevance of tropical architecture in the Merapi slopes.
OPTIMALISASI KENYAMANAN TERMAL DAN EFISIENSI ENERGI MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PERANCANGAN EDUWISATA SUSU SAPI DI PAKEM, SLEMAN Dhorika Husniawan; Rachmat Wahyu Prabowo; Luluk Rani Puspita; Aldrin Febriansyah
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v4i1.6572

Abstract

Perancangan eduwisata susu sapi di Kecamatan Pakem dilakukan sebagai upaya integrasi antara fungsi edukasi, produksi, dan rekreasi dalam satu kawasan berbasis arsitektur tropis. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan yang tidak hanya responsif terhadap iklim, tetapi juga menerapkan prinsip desain hemat energi melalui sistem utilitas dan infrastruktur bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis tapak, studi preseden, serta perancangan arsitektural dan utilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi desain hemat energi diterapkan melalui optimalisasi pencahayaan alami, ventilasi silang, pemanfaatan material lokal, serta sistem utilitas yang efisien seperti penggunaan lampu LED, pengelolaan air hujan, dan sistem distribusi air berbasis gravitasi. Selain itu, integrasi lanskap dan ruang terbuka hijau berperan dalam menciptakan mikroklimat yang mendukung kenyamanan termal secara pasif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan arsitektur tropis yang dikombinasikan dengan sistem utilitas yang efisien mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan serta meningkatkan keberlanjutan kawasan eduwisata.