Website Academic Integrated System (AIS) Universitas XYZ merupakan media untuk mendukung aktivitas administrasi akademik secara online, seperti pendaftaran mahasiswa baru, pengelolaan kurikulum, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), hingga pengolahan data wisuda. Sesuai fungsinya, AIS pastinya menyimpan berbagai data sensitif, mulai dari riwayat akademik hingga dokumen penting mahasiswa. Namun, dalam operasionalnya AIS berhadapan dengan sejumlah risiko, seperti perubahan kebijakan Kementerian, bug pada fitur KRS, server down, serta human error. Risiko-risiko tersebut dapat mengganggu keberlangsungan layanan dan menurunkan kualitas pelayanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada Website AIS dengan menggunakan kerangka kerja ISO 31000:2018. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan komunikasi dan konsultasi, penentuan cakupan, konteks, dan kriteria, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, hingga penyusunan perlakuan risiko. Berdasarkan hasil penelitian, teridentifikasi 16 risiko yang dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu 3 risiko kategori tinggi (listrik padam, gangguan Internet Service Provider, dan server down), 9 risiko kategori menengah (antara lain kebakaran, korsleting listrik, human error, backup failure, bug KRS, overload, dan update gagal), serta 4 risiko kategori rendah (pencurian hardware, akses data ilegal, kerusakan hardware, dan ketidaksesuaian sistem dengan peraturan baru). Rekomendasi perlakuan risiko disusun berdasarkan tingkatan risiko. Dengan demikian, penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 terbukti mampu membantu mengidentifikasi serta memberikan perlakuan risiko yang tepat dalam meningkatkan keandalan dan keamanan Website AIS.