Meysha shifa Azzahra
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mempertahankan Rumah Lanting sebagai Warisan Budaya Sungai: Tindakan Sosial Penghuni dan Peran Pemerintah Kota Banjarmasin Yuli Apriati; Cucu Widaty; Salamat Riyani; Meysha shifa Azzahra; Alya Fatima Azzahra; Putri Septiana; Shelvanesa Febrianti
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 01 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i01.18989

Abstract

Floating houses are one of the river cultural heritages of the Banjar community that represent the identity of riverside settlements in Banjarmasin. However, urban modernization, shifts in community orientation, and weak preservation regulations have contributed to the continuous decline in the existence of floating houses. This condition indicates a threat to the sustainability of river culture, which has long been a distinctive characteristic of Banjarmasin City. This study aims to analyze the social actions of residents in maintaining floating houses and to examine the role of the Banjarmasin City government in preservation efforts in Seberang Mesjid Village. This study employed a qualitative approach using purposive sampling techniques. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving floating house residents and local government officials associated with riverside area management. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing using Max Weber’s social action perspective as the analytical framework. The findings reveal that the residents’ social actions in preserving floating houses are carried out through routine maintenance practices, foundation repairs, the use of alternative materials, and the preservation of local values and traditions passed down across generations. Meanwhile, the government acts as a facilitator and innovator through riverside beautification programs, CSR-based assistance for floating house renovations, and the formulation of sustainable floating house development strategies. This study concludes that the sustainability of floating houses depends not only on the adaptive capacity of riverine communities but also on more integrated government policies aimed at preserving river culture in Banjarmasin City.
DISKRIMINASI TERHADAP PERBEDAAN AGAMA Anjar hendra sakti hidayat; Meysha Shifa Azzahra; Noor litania Putri
Islamic Education Vol. 1 No. 3 (2023): July : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i3.631

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural yang mana memiliki keberagaman akan suku, bangsa, ras, budaya, bahasa dan agama. Keberagaman ini merupakan salah satu ciri masyarakat Indonesia yang dibanggakan, dan berpotensi untuk mengancam kehidupan berbangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari adanya diskriminasi terhadap perbedaan agama, dan solusi serta upaya untuk mengatasi hal tersebut. dan Penelitian ini menjelaskan penyebab timbulnya diskriminasi antar umat beragama karena perbedaaan pemahaman dalam nilai nilai yang menjadi pertentangan dalam umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif merupakan metode riset yang bersifat deskriptif dan analitis. Hasil penelitian yang ditonjolkan adalah prosesnya. Diskriminasi berdasarkan perbedaan agama adalah Tindakan yang melanggar prinsip prinsip hak asasi manusia dan keadilan. Untuk mengatasi diskriminasi terhadap perbedaan agama dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pluralisme agama dan pentingnya saling menghormati sesama agama serta ada undang undang yang melindungi hak-hak beragama