Infeksi jamur yang disebabkan Candida albicans menimbulkan tantangan kesehatan yang banyak terjadi pada masyarakat, sehingga diperlukan alternatif pengobatan alami. Daun bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antijamur yang aman. Penggunaan ekstrak daun sepatu secara langsung kurang praktis, sehingga diformulasikan menjadi sediaan gel yang dengan sensasi dingin, melembabkan dan melindungi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menguji aktivitas antifungi gel ekstrak daun bunga sepatu dengan variasi konsentrasi F1 2,5%, F2 3%, F3 3,5% terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain Post-test Only Control Design. Ekstrak daun bunga sepatu diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70%. Hasil pengujian menunjukkan sediaan gel seluruh formula memenuhi sediaan semisolid yang baik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada pengujian antifungi adanya daya hambat pada formulasi 1 (4,85 mm), formulasi 2 (6,87 mm), formulasi 3 (10,79 mm), kontrol positif (21,08 mm). Hasil analisis data One Way ANOVA seluruh pengujian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara formulasi dengan p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak daun bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) memiliki aktivitas antifungi dengan daya hambat paling optimal pada Formulasi 3 (3,5%).