Industri kopi gelombang ketiga (third wave coffee) di Indonesia menuntut integrasi antara kualitas produk dan profesionalisme manajemen operasional. C&T Coffee and Eatery sebagai mitra pengabdian menghadapi permasalahan berupa rendahnya kedisiplinan staf, lemahnya kontrol inventaris, serta keterbatasan komunikasi dengan wisatawan mancanegara. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola operasional dan kualitas pelayanan barista melalui pendekatan pendampingan intensif. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, perancangan instrumen administrasi, pelatihan pelayanan, implementasi sistem, serta evaluasi berkala. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem absensi harian berbasis rekapitulasi digital mampu meningkatkan kedisiplinan staf. Standarisasi stock opname harian berhasil menurunkan pemborosan bahan baku sebesar 15–20% dan meningkatkan akurasi ketersediaan stok. Selain itu, pelatihan Basic English dan penggunaan menu bilingual terbukti meningkatkan kepercayaan diri barista serta kualitas interaksi dengan pelanggan internasional. Program ini berkontribusi dalam menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.