Migrasi internal merupakan strategi rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan melalui akses kerja dan pendidikan yang lebih baik. Artikel ini menganalisis dinamika migrasi penduduk Kabupaten Pasuruan dengan menekankan dua pendorong utama: pekerjaan dan pendidikan, menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan meliputi kerangka migrasi dari Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF), indikator ketenagakerjaan dari Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Agustus 2024, serta indikator pendidikan dari BRS Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan 2024. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan geografi manusia (push–pull), menautkan kondisi pasar kerja dan capaian pendidikan daerah asal dengan potensi tarikan wilayah tujuan (kawasan perkotaan/industri di Jawa Timur). Hasil menunjukkan bahwa konteks pasar kerja Pasuruan ditandai oleh TPAK 75,31% dan TPT 5,02% (Agustus 2024), dengan struktur pekerjaan didominasi sektor jasa (40,97%) dan manufaktur (33,89%). Pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) 12,78 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 7,46 tahun (2024). Dalam profil migrasi, komposisi penduduk Pasuruan yang pindah menunjukkan proporsi laki-laki sedikit lebih besar daripada perempuan. Temuan ini menguatkan interpretasi bahwa migrasi kerja cenderung terkait usia produktif, akses kerja formal, dan jaringan industri regional, sementara migrasi pendidikan terkait konsentrasi layanan pendidikan menengah–tinggi di pusat-pusat kota. Artikel menutup dengan rekomendasi kebijakan penguatan pendidikan vokasi, perluasan akses pendidikan pasca-SMP, dan peningkatan kualitas pekerjaan lokal untuk menekan migrasi terpaksa sekaligus memaksimalkan dampak positif mobilitas penduduk.