Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Population Migration in Pasuruan Regency: A Human Geography Review Based on BPS Data (SP2020–Sakernas–IPM) Ahmad Saikhu
SIMFONI: Jurnal Sains dan Sosial Multidisipliner Vol. 1 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Divisi Penelitian Yayasan Simfoni Ilmu Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65430/jssm.v1i1.40

Abstract

Migrasi internal merupakan strategi rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan melalui akses kerja dan pendidikan yang lebih baik. Artikel ini menganalisis dinamika migrasi penduduk Kabupaten Pasuruan dengan menekankan dua pendorong utama: pekerjaan dan pendidikan, menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan meliputi kerangka migrasi dari Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF), indikator ketenagakerjaan dari Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Agustus 2024, serta indikator pendidikan dari BRS Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan 2024. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan geografi manusia (push–pull), menautkan kondisi pasar kerja dan capaian pendidikan daerah asal dengan potensi tarikan wilayah tujuan (kawasan perkotaan/industri di Jawa Timur). Hasil menunjukkan bahwa konteks pasar kerja Pasuruan ditandai oleh TPAK 75,31% dan TPT 5,02% (Agustus 2024), dengan struktur pekerjaan didominasi sektor jasa (40,97%) dan manufaktur (33,89%). Pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) 12,78 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 7,46 tahun (2024). Dalam profil migrasi, komposisi penduduk Pasuruan yang pindah menunjukkan proporsi laki-laki sedikit lebih besar daripada perempuan. Temuan ini menguatkan interpretasi bahwa migrasi kerja cenderung terkait usia produktif, akses kerja formal, dan jaringan industri regional, sementara migrasi pendidikan terkait konsentrasi layanan pendidikan menengah–tinggi di pusat-pusat kota. Artikel menutup dengan rekomendasi kebijakan penguatan pendidikan vokasi, perluasan akses pendidikan pasca-SMP, dan peningkatan kualitas pekerjaan lokal untuk menekan migrasi terpaksa sekaligus memaksimalkan dampak positif mobilitas penduduk.
PEMETAAN PARTISIPATIF KOMODITAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN UNTUK PENYEDIAAN DATA SPASIAL SERTA PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT Rainey Windayati; Unggul Widyanarko; Alif Putra Lestari; Inaz Khusnul Khotimah; Ahmad Saikhu; Chalia Chistella
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i1.13231

Abstract

Desa Jubung, yang terletak di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, memiliki berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Namun, penyebaran spasial komoditas tersebut belum tercatat, sehingga membatasi kemampuan masyarakat dalam merencanakan penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menghasilkan peta yang akurat mengenai komoditas pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola data spasial. Metode yang digunakan adalah pemetaan partisipatif, yang melibatkan aparat desa melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pengumpulan data di lapangan dengan menggunakan aplikasi Epicollect 5. Validasi data dilakukan melalui survei lapangan dan verifikasi yang melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga menghasilkan peta tematik yang menunjukkan distribusi berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Desa Jubung. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa potensi pertanian di Desa Jubung didominasi oleh komoditas pangan, khususnya Padi, yang didukung oleh Jagung, Pisang, Sengon, serta beberapa jenis hortikultura dan perkebunan. Desa Jubung memiliki fondasi yang solid dalam ketahanan pangan, namun masih ada peluang besar untuk mengembangkan komoditas bernilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data spasial terbaru, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan pemetaan sebagai landasan pengambilan keputusan. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa dan diperbarui secara berkala sebagai alat strategis untuk mendukung pemantauan dan keberlanjutan program.