p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Justicia Religia
Sugiri
Universitas Al-Khairiyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hak dan Kewajiban Suami–Istri dalam Fikih Klasik dan Kontemporer Sugiri; Dayan Fithoroini; Yogie Fahrisal
Justicia Religia Vol 3 No 2 (2025): Justicia Religia: Jurnal Hukum Islam
Publisher : LPPM Universitas Al-Khairiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3898/jure.v3i2.578

Abstract

This study examines the formulation and evolution of spousal rights and obligations in classical and contemporary Islamic jurisprudence through a library research approach. Classical texts such as al-Majmu‘, al-Mughni, and Bidayat al-Mujtahid outline a normative structure of marital relations based on reciprocal duties, with economic maintenance (nafkah), mahr, and protection identified as primary obligations of the husband, while domestic management and obedience within lawful limits are traditionally assigned to the wife. Contemporary scholarship, however, demonstrates increasing reinterpretations driven by socioeconomic change, gender dynamics, and legal developments in Muslim-majority contexts, including Indonesia. Modern studies emphasize the necessity of contextualizing classical provisions to ensure alignment with maqāṣid al-syarī‘ah, particularly the principles of justice, dignity, and harm prevention (dar’ al-mafasid). The findings highlight that harmonizing classical jurisprudence with contemporary legal frameworks such as statutory reform and judicial practice offers a pathway toward a more equitable and responsive model of marital rights and responsibilities.
STUDI FIKIH DENGAN PENDEKATAN ANTROPOLOGI DAN PARADIGMA USHUL FIKIH Sugiri
Justicia Religia Vol 2 No 2 (2024): Justicia Religia: Jurnal Hukum Islam
Publisher : LPPM Universitas Al-Khairiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3898/jure.v2i2.640

Abstract

Fikih merupakan hasil pemahaman dan ijtihad manusia terhadap sumber-sumber syariat yang berkaitan dengan perbuatan manusia. Sebagai produk pemikiran hukum Islam, fikih memiliki karakter dinamis dan senantiasa berinteraksi dengan kondisi sosial, budaya, serta perubahan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis studi fikih melalui pendekatan antropologi dan paradigma ushul fikih serta menjelaskan relevansi integrasi keduanya dalam memahami persoalan hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, konseptual, dan normatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap Al-Qur'an, hadis, kitab fikih dan ushul fikih, buku, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan interpretatif dengan memperhatikan konsep ‘urf, maslahah, dan maqasid al-syari‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan antropologi berperan dalam memahami praktik keberagamaan, kebudayaan, tradisi, dan kondisi sosial masyarakat sebagai konteks penerapan fikih. Sementara itu, paradigma ushul fikih memberikan kerangka normatif dan metodologis untuk menilai realitas tersebut berdasarkan sumber dan prinsip syariat. Integrasi keduanya memungkinkan studi fikih menjadi lebih kontekstual dan responsif terhadap perubahan sosial tanpa kehilangan landasan normatifnya. Dengan demikian, pendekatan antropologi dan ushul fikih dapat digunakan secara komplementer untuk menghasilkan pemahaman hukum Islam yang relevan, kritis, dan tetap berorientasi pada tujuan syariat.