Roy Wilson Sihaloho
Prodi DIII Keperawatan STIKes Darmo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Stres dan Pola Makan dengan Frekuensi Kekambuhan Penyakit Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2025 Ristika Julianty Singarimbun; Roy Wilson Sihaloho; Siska M.O Napitupulu; Lenny Sepriani Br Silalahi; Reny Juliana Sihombing
NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): NERSI: Jurnal Keperawatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/nersi.v1i2.115

Abstract

ABSTRAK Gastritis merupakan salah satu penyakit yang tersebar diseluruh dunia dan bahkan diperkirakan diderita lebih dari 1,7 milyar orang. Menurut WHO, prevalensi gastritis pada masyarakat diperkirakan antara (8% – 20%) atau prevalensi sekitar (95%) penderita dimasyarakat adalah termasuk gastritis akut. Di kota Surabaya angka kejadian gastritis sebesar (31,2%), di Denpasar (46%) sedangkan di kota Medan angka kejadian cukup tinggi prevalensi sebesar (91,6%). Kekambuhan gastritis dapat disebabkan oleh stres dan pola makan yaitu jadwal makan, jenis makan, dan jumlah makanan. Pola makan yang baik dan manajemen stres dengan mengurangi tingkat stres dapat mencegah kekambuhan gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dan pola makan dengan frekuensi kekambuhan pada penderita gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2025. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah populasi sebanyak 65 orang. Dimana, sampel dalam penelitian ini adalah penderita yang terdiagnosa gastritis yang di rawat inap di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2025, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik accidental sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner.  Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan stress dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan nilai p = 0,002 dan r = 0,732 berarti ada hubungan kuat. Pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan adanya nilai p = 0,009 dan r = 0,645 yang berarti ada hubungan yang kuat, diperoleh dengan menggunakan uji Spearman Rank. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa stress dan pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan penyakit gastritis dan disarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk mencegah peningkatan frekuensi kekambuhan gastritis dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada penderita gastritis tentang pentingnya manajemen stress dan pola makan yang benar bagi penderita gastritis agar tidak mengalami kekambuhan. Kata Kunci: Stres, Pola Makan, Frekuensi, Gastritis