Nur Afifah
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS’ DESCRIPTIVE WRITING ABILITY AND MOTIVATION THROUGH GAME BASED LEARNING Roisul Laura Gladika; Gusti Nur Hafifah; Nur Afifah
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28035

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan permainan Ular Tangga (Snakes and Ladders) dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif serta motivasi belajar siswa kelas tujuh sekolah menengah pertama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Keterampilan menulis, khususnya menulis teks deskriptif, merupakan salah satu tantangan utama bagi pembelajar EFL karena keterbatasan kosakata, struktur kalimat yang lemah, serta motivasi belajar yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi pembelajaran berbasis permainan diterapkan selama satu siklus PTK, melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods), yaitu pengumpulan data kuantitatif melalui pre-test dan post-test, serta data kualitatif melalui observasi kelas, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis siswa, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 51,76 pada pre-test menjadi 83,3 pada post-test. Selain itu, partisipasi siswa dalam pembelajaran juga meningkat dari 51,5% menjadi 87%, menandakan adanya peningkatan motivasi dan keterlibatan aktif dalam kegiatan kelas. Permainan Ular Tangga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, memperkuat penguasaan kosakata, membantu siswa dalam membangkitkan ide, serta mendorong praktik menulis secara kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi strategi yang efektif dan memotivasi dalam pembelajaran menulis, khususnya untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif di kelas EFL tingkat SMP.
IDENTITAS DAN KEBINGUNGAN PERAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ARGANTARA KARYA FELISTIYANA: TINJAUAN PSIKOSOSIAL ERIK ERIKSON Nur Afifah; Mas’ulah Mas’ulah; M Ridlwan; R. Panji Hermoyo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14608

Abstract

ABSTRACT Adolescence in Argantara is not portrayed as a developmental stage that unfolds without pressure, but rather as an experience in which social demands confront individual readiness. This study explores how this issue is constructed through the narrative structure and the character’s environment, while also examining the transformation of the main character’s identity from the psychosocial perspective of Erik Erikson. A qualitative-descriptive approach was employed to examine Falistiyana’s novel Argantara. The data, consisting of words, phrases, sentences, dialogues, and narratives, were obtained through intensive reading and note-taking, then classified and interpreted according to the intrinsic elements, extrinsic elements, and identity versus role confusion. The findings reveal that themes of adolescent life, progressive plot development, characterization, and setting function as narrative devices that portray the character’s psychosocial transformation. Meanwhile, family, social environment, and cultural values serve as contexts that exert pressure while simultaneously shaping the character’s responses. Role confusion becomes most evident when the main character is required to assume the status of a husband while still being a student. The narrative subsequently depicts a shift from rejection and inner conflict toward increased responsibility, emotional regulation, acceptance of consequences, and a more mature identity. Thus, the novel positions adolescent identity as a dynamic process continually negotiated through the interaction between personal conditions and social demands. ABSTRAK Masa remaja dalam Argantara tidak digambarkan sebagai tahap perkembangan yang berjalan tanpa tekanan, melainkan sebagai pengalaman ketika tuntutan sosial berhadapan dengan kesiapan individu. Penelitian ini menelusuri bagaimana persoalan tersebut dibangun melalui struktur cerita dan lingkungan tokoh, sekaligus melihat perubahan identitas tokoh utama dengan menggunakan perspektif psikososial Erik Erikson. Kajian dilakukan secara kualitatif-deskriptif terhadap novel Argantara karya Falistiyana. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi diperoleh melalui pembacaan intensif serta pencatatan, kemudian dikelompokkan dan ditafsirkan sesuai fokus unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, serta identity versus role confusion. Hasil kajian memperlihatkan bahwa tema kehidupan remaja, alur progresif, karakterisasi, dan latar menjadi perangkat yang menampakkan perubahan psikososial tokoh. Pada sisi lain, keluarga, lingkungan sosial, dan nilai budaya hadir sebagai konteks yang memberi tekanan sekaligus membentuk respons tokoh. Kebingungan peran paling kuat muncul ketika tokoh utama harus menjalankan status sebagai suami saat masih berstatus pelajar. Perjalanan cerita kemudian memperlihatkan pergeseran dari penolakan dan konflik batin menuju peningkatan tanggung jawab, pengendalian emosi, penerimaan konsekuensi, dan identitas yang lebih matang. Dengan demikian, novel ini memosisikan identitas remaja sebagai proses dinamis yang terus dinegosiasikan melalui pertemuan antara kondisi personal dan tuntutan sosial.