Herman
Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto, Mojokerto Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENJUALAN SNACK  DI LINGKUNGANTPQ HIDAYATUS SHIBYAN  BERBASIS OBSERVASI LAPANGAN Anisatus Shufiya Arif; Sudiah Hestianah; Herman; Siti Khusnul Rofiah
El-Idaarah Vol 2 No 2 (2022): VOL 2 NO 2 (2022) : NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara spesifik dan mendalam tentang implementasi penjualan jajanan snack di sekitar TPQ Hidayatus Sibyan dengan menggunakan metode observasi langsung. Fokus penelitian tidak hanya pada proses transaksi jual beli, tetapi juga mengamati terhadap bagaimana pedagang mampu menyesuaikan strategi usaha terhadap kebutuhan dan perilaku konsumen anak-anak sebagai pembeli utama. Penelitian ini mengkaji karakteristik penjualan, selera dan minat konsumen, pola pembelian siswa TPQ, serta faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan dan kelancaran dalam usaha. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyaknya macam - macam jenis snack, harga yang sangat terjangkau, serta lokasi strategis yang berada tepat di sekitar kegiatan belajar TPQ menjadi faktor utama yang paling berpengaruh dalam memperkuat minat beli. Anak-anak lebih tertarik pada produk dengan rasa manis dan gurih, warna mencolok, serta kemasan menarik. Selain itu, promosi secara sederhana terutama melalui komunikasi mulut ke mulut dan pengaruh teman sebaya, terbukti efektif dalam mempercepat penjualan harian. Hal ini sesuai dengan berbagai penelitian yang menyatakan bahwa perilaku konsumsi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial terdekat. Penelitian juga menganalisis sejumlah tantangan, seperti cuaca hujan yang menyebabkan penurunan jumlah pembeli, persaingan dengan penjual sejenis, keterbatasan modal untuk menambah stok, serta perubahan yang tidak menentu dari kegiatan TPQ yang memengaruhi jumlah kunjungan anak. Meski demikian, usaha ini tetap memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan harian, ketahanan ekonomi pelaku usaha, dan kontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, implementasi penjualan snack di sekitar TPQ Hidayatus Sibyan mampu berjalan efektif melalui strategi sederhana namun tepat sasaran, serta didukung oleh lingkungan pendidikan yang padat aktivitas dan perilaku konsumtif anak-anak. Usaha ini memiliki potensi untuk terus berkembang apabila pedagang dapat mempertahankan kualitas produk, menambah variasi, dan menyesuaikan diri dengan proses perubahan kebutuhan konsumen.
Manajemen Sumber Daya dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Muhammad Dwi Wahyu Putra Hardiyanto; Dewa Aray Dwiyanto; Herman; Rizky Ni’matul Zazilah
Dar El-Falah Vol 5 No 2 (2026): VOL 5 NO 2 (2026) : JULI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darul Falah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67409/ysz0ze36

Abstract

Abstrak ini membahas manajemen sumber daya sebagai kunci dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pengelolaan sumber daya yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan kelestarian lingkungan serta budaya lokal. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis praktik manajemen sumber daya yang dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan secara optimal. Metode yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada destinasi wisata yang telah menerapkan prinsip berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya yang terintegrasi, partisipasi aktif masyarakat lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan pariwisata. Selain itu, koordinasi antar lembaga dan edukasi lingkungan menjadi faktor pendukung keberhasilan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya yang mengedepankan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi secara seimbang sangat menentukan keberhasilan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Rekomendasi disampaikan agar pelaku pariwisata dan pemerintah memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kapasitas dalam manajemen sumber daya demi menjaga daya tarik destinasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan
PENDAMPINGAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DAN IDENTITAS USAHA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DOMPET KULIT DESA BALONGMASIN KECAMATAN PUNGGING MOJOKERTO Reza Mentari Rahmadani; Herman; Nur ‘Aini; Maskur
Jurnal Khidmatuna Vol 6 No 1 (2026): VOL 6 NO 1 (2026) : MARET
Publisher : Jurnal Khidmatuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri kreatif yang berkembang di Desa Balongmasin, Kabupaten Mojokerto adalah pembuatan dompet kulit. Bisnis kecil dan menengah (UMKM) ini beroperasi dalam skala industri rumahan dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Namun, pelaku usaha masih menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal strategi pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional dan belum dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang diterapkan oleh UMKM pembuat dompet kulit di Desa Balongmasin serta mengetahui kendala yang muncul selama proses pemasaran produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha serta pengamatan langsung di tempat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran UMKM pembuatan dompet kulit  pasif dan konvensional, bergantung pada pesanan langsung dari konsumen dan jaringan reseller, tanpa menggunakan pemasaran digital atau branding. Tidak memiliki identitas bisnis seperti merek, logo, banner, dan kemasan yang informatif. Penelitian menunjukkan bahwa UMKM pembuatan dompet kulit di Desa Balongmasin harus mulai menerapkan strategi pemasaran yang lebih terencana, seperti memperkuat identitas produk, menggunakan media digital untuk mempromosikan, dan memperbaiki manajemen keuangan dan legalitas bisnis. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pasar, daya saing produk, dan keberlanjutan bisnis UMKM di masa mendatang