Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi desa, namun banyak UMKM pangan tradisional masih menghadapi permasalahan pada aspek produksi, higienitas, dan manajemen usaha. Salah satu UMKM tersebut adalah usaha telur asin milik Bu Tutik di Dusun Manukan, yang dalam operasionalnya masih bersifat konvensional dan belum menerapkan standar food safety serta pengelolaan usaha yang sistematis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM telur asin melalui pendampingan produksi, higienitas, dan manajemen usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan descriptive qualitative dengan metode pengabdian berbasis pendampingan, melibatkan 7 responden yang terlibat langsung dalam kegiatan usaha. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas proses produksi yang lebih terstruktur dan konsisten, perbaikan penerapan higienitas dalam pengolahan pangan, serta penguatan manajemen usaha melalui pencatatan keuangan dan perhitungan biaya produksi. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan terpadu mampu meningkatkan kualitas produk, kesadaran higienitas, dan kapasitas manajerial UMKM, sehingga berpotensi mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha secara jangka panjang.