Sistem Distribusi Tenaga Listrik pada dasarnya adalah suatu proses untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi tenaga listrik 150 kV ke konsumen, baik konsumen 20 kV ataupun konsumen 380/220 V. Sistem distribusi yang lebih kompleks jaringannya adalah sistem distribusi Tegangan Rendah (380/220V), karena jaringan sistem distribusi tegangan rendah mempunyai cakupan jaringan yang sangat luas. Penting bagi sebuah pengelola tenaga listrik untuk memastikan ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup dan tingkat mutu pelayanan sesuai standar. Salah satu aset yang paling penting dalam bisnis penyediaan ketenaga listrikan adalah trafo distribusi. Pembebanan lebih, efisiensi trafo yang rendah serta kenaikan suhu yang berlebihan sudah dikenal sebagai faktor yang mempengaruhi turunnya kemampuan kerja trafo. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen trafo secara rutin salah satunya dengan mutasi trafo agar dapat mengoptimalkan kinerja sebuah trafo distribusi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kinerja trafo distribusi di PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Bontang Kota yang memiliki pembebanan berlebih dan kinerja rendah. Dengan menggunakan metode perhitungan matematis serta analisis, dapat diketahui pembebanan trafo distribusi yang ada. Selanjutnya dilakukan perhitungan efisiensi dan menentukan trafo yang harus di mutasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mutasi trafo dapat memperbaiki persentase pembebanan dan efisiensi trafo. Seperti pada trafo KSB0166 yang sebelumnya memiliki persentase pembebanan 93% setelah dilakukan mutasi trafo pembebanannya menjadi 74,4% dan terdapat kenaikan efisiensi trafo yang semula 98,17% setelah di lakukan mutasi trafo efisiensi nya menjadi 98,50%.