Aktivitas pengoperasian forklift di area warehouse Pelabuhan Semayang PT Pelindo Multi Terminal Balikpapan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran proses bongkar muat serta mobilisasi barang. Namun, lingkungan kerja pelabuhan yang dinamis, padat aktivitas, dan memiliki interaksi langsung antara operator, alat mekanik, dan pekerja lainnya menyebabkan potensi bahaya yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya operasional forklift, menilai tingkat risikonya menggunakan metode HIRARC, serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko. Pengamatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator dan petugas HSSE, serta peninjauan SOP perusahaan sebagai dasar analisis. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa risiko tertinggi terdapat pada aktivitas reversing yang dipengaruhi blind spot, pengangkutan material panjang, interaksi forklift–pejalan kaki, serta risiko forklift terguling akibat stabilitas yang berubah. Selain itu, faktor lingkungan seperti permukaan lantai tidak rata, pencahayaan kurang optimal, dan tata letak warehouse yang berubah turut meningkatkan risiko kerja. Pada tahap penilaian risiko, beberapa aktivitas masuk kategori risiko ekstrem dengan potensi fatality apabila tidak dikendalikan secara efektif. Evaluasi terhadap pengendalian yang sudah ada menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan SOP, inspeksi harian, dan penggunaan APD, namun implementasinya masih kurang konsisten. Rekomendasi pengendalian yang disusun meliputi rekayasa teknik, penguatan prosedur administratif, peningkatan kompetensi operator, serta penguatan budaya keselamatan. Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, potensi kecelakaan pada pengoperasian forklift dapat dikurangi sehingga keselamatan operator dan pekerja di area warehouse dapat terjamin secara optimal.