Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN METODE JSA PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN KACA GEDUNG APARTEMEN BORNEO BAY BALIKPAPAN Fernando, Dafid; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.844

Abstract

Perkembangan industri yang pesat di Indonesia telah memicu peningkatan produktivitas, namun juga diikuti dengan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), setiap tahun 2,78 juta pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja, dengan 86,3% di antaranya disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi adalah industri jasa konstruksi, khususnya pada pekerjaan pembersihan kaca bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya pada pekerjaan pembersihan kaca di Apartemen Borneo Bay dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari studi pustaka dan laporan kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh proses dalam pekerjaan pembersihan kaca dengan total 12 sumber bahaya. Proses pembersihan kaca menggunakan gondola memiliki 3 sumber bahaya (25% dari total bahaya), persiapan peralatan gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), pemeriksaan peralatan memiliki 2 sumber bahaya (17%), persiapan pengoperasian gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), penandaan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%), pengembalian peralatan yang digunakan memiliki 1 sumber bahaya (8%), dan pembersihan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%). Pengendalian risiko yang disarankan meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemeriksaan peralatan secara berkala, dan pelatihan bagi pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri konstruksi.