Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN JOB SAFETY ANALYSIS SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BAHAYA DI PT. TELKOM AKSES BALIKPAPAN Hesti, Putri Puspita; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.309

Abstract

Kecelakaan kerja banyak membawa dampak bagi perusahaan dan pekerja antara lain korban jiwa, hilang atau berkurangnya jam kerja, kerugian aset dan lainnya. Berdasarkan data Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan 2022, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 265.334 kasus sejak Januari-November 2022. Jumlah tersebut naik 13,26% dibandingkan sepanjang tahun 2021 yang sebesar 234.270 kasus. Salah satu diantaranya adalah kasus mengenai 5 pekerja Telkom tersengat listrik di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pada Senin 9 Januari 2023 sekitar pukul 10.00 WITA. Hal ini terjadi karena kurangnya kepatuhan dan kesadaran teknisi menggunakan APD, serta pengetahuan tentang bekerja di area dan kondisi yang tidak aman. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukanlah penelitian mengenai Penerapan Job Safety Analysis Sebagai Upaya Pengendalian Bahaya di PT. Telkom Akses Balikpapan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi bahaya dan pengendaliannya pada pekerjaan pemasangan layanan Indihome baru menggunakan metode Job Safety Analysis di PT. Telkom Akses Balikpapan. Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dalam pekerjaan Instalasi jaringan baru pelanggan Indihome. PT Telkom Akses Balikpapan memiliki 9 langkah pekerjaan dengan potensi bahaya yang ada pada setiap Langkah pekerjaannya dan Upaya pengendalian resikonya. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa PT Telkom Akses sudah menerapkan Job Safety Analysis sebagai salah satu instrumen untuk mengidentifikasi sumber bahaya dan penanggulangannya pada setiap langkah pekerjaan instalasi jaringan baru ke pelanggan Indihome.
ANALISIS RISIKO DAN PENGENDALIAN KESELAMATAN KERJA DALAM PEMBERSIHAN AC MODEL CASSETTE: STUDI KASUS DI HOTEL PENTACITY BALIKPAPAN Muhammad, Iqbal Ainur; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko dan mengidentifikasi pengendalian keselamatan kerja dalam proses pembersihan AC model cassette di Hotel Pentacity Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 potensi bahaya yang dapat disebabkan oleh faktor pekerja, peralatan, material, dan lingkungan kerja selama proses pembersihan AC. Pengendalian keselamatan kerja yang diusulkan meliputi pelatihan keselamatan rutin, pemantauan alat kerja, dan pengamatan rutin pada pekerjaan pembersihan AC. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penerapan langkah-langkah pengendalian keselamatan kerja untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja.
ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN FORKLIFT PADA PT UNITED TRACTORS BALIKPAPAN Syahrir, Agung; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.323

Abstract

Pekerjaan di sektor industri mempunyai potensi bahaya yang cukup tinggi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan pencegahan. Dalam proses produksi sering menggunakan alat bantu seperti forklift untuk memindahkan material maupun perkakas kerja yang berukuran besar. Dengan melihat adanya potensi bahaya serta penanganan yang belum terarah perusahaan ini memerlukan Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memusatkan kepada penilaian risiko dengan menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Berdasarkan hasil penelitian yang di teliti menghasilkan 15 bahaya dari 8 tahapan pekerjaan yang di sebabkan dari lingkungan, pekerja, peralatan, alat kerja. Yaitu risiko tersengat listrik, risiko tertimpa barang yang di angkat, tertabrak, tergores peralatan yang tajam, luka akibat terjepit, cidera pinggan sehingga perlu di lakukan tindakan perbaikan.
ANALISIS KESESUAIAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI AREA PARKIRAN GEDUNG LIVING PLAZA BALIKPAPAN Rahayu, Indra; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.395

Abstract

Kebakaran adalah adanya api yang tidak di kehendaki. Kebakaran berpotensi di semua tempat. Peristiwa kebakaran terjadi di awali dengan pembakaran kemudian api tersebut sudah tidak dapat dan mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat Kesesuaian Sistem Proteksi Kebakaran di Area Parkiran Gedung Living Plaza Balikpapan. Penelitian ini di laksanakan dengan rancangan cross sectional dan jenis penelitian obsevasional. Observasi lapangan terdapat alat dan sarana proteksi kebakaran menggunakan lembar checklist mengacu pada peraturan Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan SNI 03-3985-2000. Wawancara dilakukan pada informan penelitian yaitu Management Gedung Living Plaza Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran di area parkiran gedung Living Plaza Balikapapan sudah di lakukan pengendalian dalam bentuk sistem proteksi kebakaran yang di nilai baik dalam penanggulangan kebakaran apabila terjadi kebakaran. Sistem proteksi kebakaran aktif mendapat nilai kesesuaian 89,71% yang bearti sudah sesuai. Dan untuk sistem proteksi kebakaran pasif di nilai juga baik dalam penanggulangan kebakaran sebagai sarana penyelamatan jiwa. Kesimpulan Sistem Proteksi Kebakaran Aktif di Area Parkiran Gedung Living Plaza Balikpapan dikategorikan sesuai karena nilai kesesuaianya berada di 89,71%-100% dan Sistem Kebakaran Pasif 100%. Yang artinya bahwa keseluruhan kapasitasnya sesuai dengan ketetapan dalam Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan SNI 03-3985-2000.
ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN INSPEKSI GARDU LISTRIK PADA PT PLN WILAYAH ULP BALIKPAPAN SELATAN Aruna, Muhammad Dita; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.405

Abstract

Inspeksi gardu merupakan tugas penting di PT PLN (Persero) untuk memastikan aliran listrik berjalan lancar dari gardu ke pelanggan. Inspeksi ini melibatkan pengecekan kondisi fisik gardu, mulai dari kabel rekonduktor SUTM 20 KV hingga kabel rekonduktor SUTR 440 Volt, serta pemeriksaan menggunakan alat khusus. Dalam proses kegiatan inspeksi gardu tentunya terdapat banyak risiko dan bahaya yang bisa terjadi dari setiap proses pekerjaan inspeksi gardu oleh karena itu setiap proses pekerjaan aktivitas inspeksi gardu memerlukan Job Safety Analisis (JSA) membuat pekerjaan inspeksi gardu aman dan tidak menimbulkan potensi korban jiwa, kerugian, kerusakan harta benda dan kerusakan lingkungan bagi perusahaan dan orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan mencatat delapan tahapan pekerjaan dalam inspeksi gardu di PT PLN (Persero), serta pengendalian risiko yang dilakukan melalui JSA.
SURVEI SAFETY CLIMATE METODE NOSACQ-50 DI PT. BESMINDO BORNEO SEMESTA Luqmantoro, Luqmantoro; Hambur, Elisabeth Tania Julieta Yurike; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.408

Abstract

Pada umummy, setiap sektor industri mempunyai risiko keselamatan dan kesehatan yang berbeda-beda dan bahaya-bahaya ini dapat dikendalikan dengan menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai departemen dan kelompok. Keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai hubungan yang kuat dengan produktivitas kerja karyawan. Menurut ILO, kecelakaan kerja 88% karena perilaku yang tidak aman, 10% karena kondisi/lingkungan yang tidak aman dan 2% karena keadaan yang tidak dapat diprediksikan. Menurut pandangan dan keyakinan tradisionil, kecelakaan kerja terjadi karena nasib, sedang naas, sial, kurang beruntung dan lain-lain, kecelakaan kerja tidak terjadi pada dirinya sehingga tidak perlu ada rencana untuk mencegahnya, dan tidak setiap tindakan beresiko (unsafe act) akan menyebabkan kecelakaan kerja. NOSACQ-50 adalah suatu kuesioner yang digunakan untuk mengukur persepsi pekerja terhadap keselamatan kerja di suatu tempt kerja tertentu. Dengan demikian, penulis ingin menggali lebih lanjut mengenai gambaran iklim "Keselamatan kerja menggunakan metode NOSACO-50 pada pekerja. PT Besmindo Borneo Semesta merupakan salah satu Perusahaan yang bergerak dalam bidang Oilfileld, industrial dan fabrication workshop memiliki kegiatan pekerjaan yang dapat memicu timbulnya titik nyala api yang bisa membuat kebakaran saat proses pekerjaan berlangsung. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengukuran iklim keselamatan kerja (safety climate) sangat berguna untuk mengetahui iklim keselamatan, khusunya di PT Besmindo Borneo Semesta dengan bantuan kuesioner Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire-50. Berdasarkan data responden yang terkumpul sebanyak 43 responden diketahui bahwa setelah melakukan pengukuran yaitu penyebaran kuesioner, iklim keselamatan memiliki kecenderungan baik walaupun beberapa dimensi yang perlu ditingkatkan lagi. Hasil pengukuran safety climate yang kuat dijadikan KPI organisasi yang akan mempengaruhi secara positif pada budaya keselamatan organisasi. Sedangkan hasil pengukuran yang lemah digunakan sebagai program untuk ditingkatkan dalam program budaya keselamatan organisasi. Untuk dapat menerapkan kuesioner ini, maka harus dilakukan validasi sehingga akan diperoleh reabilitas yang cukup rendal dan valid untuk digunakan sebagai alat ukur safety climate.
ANALISA KELELAHAN MATA PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN Balla, Tiffany; Rusba, Komeyni; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.412

Abstract

Penggunaan komputer saat ini sudah sangat meluas, hampir semua aktivitas manusia didukung oleh teknologi ini. Menurut data WHO menunjukkan angka kejadian kelelahan mata berkisar 40-90%. Menurut OSHA di Amerika dilaporkan dari 40 juta pengguna komputer 80% mengalami kelelahan mata. Dalam studi pendahuluan didapatkan bahwa pekerja pengguna komputer di Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan selalu bekerja di depan komputer dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 dan satu jam istirahat dari pukul 12.00 hingga pukul 13.00 tanpa melakukan istirahat mata dan bekerja dibawah pencahayaan ruangan yang tidak merata. Tujuan dari penelitian ini ada dua yaitu tujuan umum untuk mengetahui gambaran kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan dan tujuan khusus untuk menganalisa kelelahan mata berdasarkan perangkat kerja pekerja komputer (jarak penglihatan monitor) dan menganalisa kelelahan mata berdasarkan lingkungan kerja pekerja komputer (pencahayaan ruangan) di Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan instrumen kuesioner dan lux meter, yang selanjutnya diolah menggunakan SPSS untuk analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value dari hubungan antara jarak penglihatan monitor (p-value = 0,048).
EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI PT PLN NUSANTARA POWER UP KALTIM TELUK Liku, James Evert Adolf; Siswanto, Miyanda Putri; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.421

Abstract

Kota Balikpapan terdapat sektor industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengandalkan energi kinetic dari uap untuk menghasilkan energy listrik. Mengingat area produksi yang menggunakan boiler maka area kerja PLTU tidak luput dari bahaya fisik berupa kebisingan. Kebisingan dapat mempengaruhi peningkatan denyut jantung serta kenaikkan tekanan darah, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama maka akan muncul penurunan konsentrasi serta kelelahan pada pekerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan evaluative. Metode deskriptif merupakan metode untuk menggambarkan kondisi yang saat ini terjadi di lingkungan kerja dengan paparan bising serta upaya K3 lingkungan kerja yang diterapkan perusahaan. Metode evaluative digunakan untuk mengevaluasi hasil pengukuran intensitas kebisingan dengan standar nilai yang telah ditetapkan oleh peraturan. Berdasarkan hasil peneltian yang telah dilakukan diketahui jenis kebisingan di PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk yaitu masking noise dengan tingkat kebisingan pada Boiler Unit 1 berkisar dari 91,9 dBa – 108,5 dBa lalu pada boiler unit 2 tingkat kebisingan berkisar dair 98,5 dBa – 110, 6 dBa, yang berarti bahwa dari seluruh titik pengukuran yang memenuhi standar sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, yaitu pada elevasi 46 boiler unit 1 dengan kebisingan yang dihasilkan sebesar 91,9 dBa.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO K3RS DI UNIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BALIKPAPAN Zulfikar, Iwan; Maharani, Alya Ervana; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian serta pengendalian risiko pada pekerjaan di Unit Rawat Inap. Manfaat peneltian masukan bagi Rumah Sakit identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian risiko. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi dan wawancara. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Baeriman Kota Balikpapan khususnya unit Rawat Inap. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam melakukan identifikasi bahaya pada pekerjaan di unit Rawat Inap dengan potensi bahaya sebanyak 21 bahaya. Kategori penilaian risiko pada pekerjaan di unit rawat inap sebelum pengendalian adalah 7% Extreme, 75% High risk, dan 18 % medium setelah dilakukan pengendalian adalah untuk risiko ekstrem telah hilang dan turun menjadi 90% low risk dan 10% medium risk. Selanjutnya didapat pengendalian yang telah dilakukan pada pekerjaan di unit Rawat Inap sesuai dengan hirarki kontrol yang dominan dari susbsitusi hingga dengan alat pelindung diri.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PROSEDUR TANGGAP DARURAT MEDIS PADA SMP NEGERI 25 BALIKPAPAN Rompas, Reinalda Tresia Fadillah; Zulfikar, Iwan; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.466

Abstract

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 10% dari semua kecelakaan anak-anak terjadi di sekolah (Suryani 2020: 67). Di Indonesia sendiri, laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2022 mencatat bahwa terdapat lebih dari 3.000 insiden kecelakaan di sekolah setiap tahunnya yang melibatkan lebih dari 5.000 siswa (Hartono 2023: 112). Ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai tempat yang seharusnya aman justru menjadi lokasi yang rentan terhadap berbagai bahaya. Penilaian efektivitas prosedur tanggap darurat medis sangat penting karena berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan siswa. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yulianto (2022: 85) ditemukan bahwa sekolah-sekolah yang memiliki prosedur tanggap darurat yang efektif mampu mengurangi angka kecelakaan dan insiden medis hingga 50%. Ini menunjukkan bahwa keberadaan prosedur yang efektif tidak hanya penting untuk menangani insiden saat terjadi tetapi juga dapat berperan dalam pencegahan dan mitigasi risiko. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh SMP Negeri 25 Balikpapan dalam penerapan prosedur tanggap darurat medis, penting untuk mengevaluasi efektivitas dari prosedur tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui tingkat efektivitas penerapan prosedur tanggap darurat medis pada SMP Negeri 25 Balikpapan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan prosedor tanggap darurat medis di SMP Negeri 25 Balikpapan memiliki tingkat keefektifan rata-rata 13% dengan kriteria tidak sesuai, yang berarti belum memenuhi standar yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar yang diharapkan untuk penanganan darurat medis yang optimal.