Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Powerpoint Terhadap Motivasi BelajarSiswa Mata Pelajaran PAI Kelas VIII.I DI SMP Negeri 7 Makassar Abdurrofi; Elli Oschar; Andi Mulawakkan Firdaus
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study, entitled The Influence of Using PowerPoint as a Learning Mediumon Students’ Learning Motivation in Islamic Religious Education (PAI) forClass VIII.I at SMP Negeri 7 Makassar, was carried out under the supervisionof Elli Oschar and Andi Mulawakkan Firdaus, Faculty of Islamic Studies,Universitas Muhammadiyah Makassar. The purpose of this research is todetermine the extent to which the use of PowerPoint influences students’learning motivation. The study employed a quantitative approach with a sampleof 32 students from Class VIII.I. Data were collected through observation,questionnaires, and documentation. The findings show that the use ofPowerPoint in PAI learning is categorized as high (57.9%), with teacherseffectively utilizing attractive layouts, images, animations, and systematicexplanations. Students’ motivation also increased, as reflected in their interest,enthusiasm, and active participation during lessons. Statistical analysis revealeda positive and significant effect of PowerPoint use on learning motivation,indicated by a significance value of 0.011 (p < 0.05), a regression coefficient of0.669, and a contribution of 33.5% (R² = 0.335), while the remaining 66.5% isinfluenced by other factors. The correlation coefficient (R) of 0.579 furtherconfirms a strong positive relationship between the use of PowerPoint andstudents’ learning motivation. Thus, it can be concluded that PowerPoint has apositive and significant impact on enhancing students’ motivation in learningIslamic Religious Education.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Pergaulan Bebas Peserta Didik di SMP Wahyu Makassar Wawan Setiawan; Ferdinan Ferdinan; Elli Oschar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah pergaulan bebas peserta didik di SMP Wahyu Makassar, (2) mengetahui upaya mencegah pergaulan bebas peserta didik, dan (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik di SMP Wahyu Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah pergaulan bebas peserta didik di SMP Wahyu Makassar dilaksanakan melalui peran sebagai pendidik, teladan, dan pembimbing spiritual. Guru PAI tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga melakukan pembinaan karakter melalui pendekatan humanis, komunikasi persuasif, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pencegahan pergaulan bebas dilakukan melalui kegiatan pembelajaran interaktif, bimbingan keagamaan, pembiasaan ibadah seperti salat berjamaah dan doa bersama, serta penanaman nilai moral dan etika pergaulan Islami. Peran tersebut terbukti efektif dalam membentuk kesadaran siswa untuk menjaga sikap dan perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kebiasaan berperilaku sesuai ajaran Islam. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, keteladanan guru, serta adanya fasilitas pendukung seperti mushollah dan program keagamaan. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang siswa, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa. Meskipun demikian, guru PAI terus melakukan pendekatan dan penyesuaian strategi agar upaya pencegahan pergaulan bebas dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.