Muhammad Fakhri Hibatillah
Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fomo Di Era Digital : Analisis Deskriptif Penggunaan Media Sosial Dan Akhlak Mahasiswa PAI Hanina Najma Adzkia; Nabila Ramadhani; Aflahul Anam El Khatami; Muhammad Chepy Revy; Muhammad Fakhri Hibatillah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan pola komunikasi mahasiswa dan memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) akibat penggunaan media sosial yang intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara tingkat FOMO, penggunaan media sosial, dan akhlak mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori FOMO sedang hingga tinggi, ditandai oleh kecemasan ketika tidak mengakses media sosial, dorongan mengikuti tren, dan kecenderungan membandingkan diri. Kondisi ini berdampak pada melemahnya disiplin belajar, pengelolaan waktu yang kurang baik, serta rendahnya kontrol diri terhadap etika bermedia sesuai nilai Islam. Namun, media sosial juga memberikan manfaat seperti akses informasi keislaman dan dukungan pembelajaran. Temuan ini menegaskan perlunya literasi digital Islami agar mahasiswa mampu memanfaatkan media sosial secara seimbang dan tetap berakhlak.
MANAJEMEN KURIKULUM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL: TANTANGAN TRANSFORMASI DAN INOVASI PEMBELAJARAN Muhammad Afrijaludin; Fadhila Najah Annisa; Syahidah Salsabila; Puja Maharani; Syifa Fajriyah; Girllis Nurrukhyati Ramdanis Sadiyah; Muhammad Fakhri Hibatillah; Rihlah Nur Aulia
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i4.3276

Abstract

Objective: This article examines how Islamic educational institutions in Indonesia, ranging from madrasah and integrated Islamic schools to pesantren, manage their curricula amid the demands of digital transformation, identifies the structural, cultural, and managerial challenges faced, and maps the learning innovations developed in response to these demands. Methods: A qualitative library research method was applied, in which forty-five scholarly sources, comprising journal articles, theses, and policy documents published between 2019 and 2025, were traced through Google Scholar, SINTA, and Garuda, then analysed thematically following the Miles and Huberman model, with source triangulation used to ensure validity. Results: Digital transformation opens opportunities such as administrative efficiency, flexible online learning, and expanded access to resources, but it is also confronted by four structural challenges: limited technological infrastructure, gaps in educators' digital competence, cultural resistance rooted in pesantren tradition, and the absence of a clear managerial framework that risks eroding Islamic values. Novelty: This study frames curriculum management as a single integrated process spanning planning, organising, implementation, and evaluation, and proposes a value-based curriculum management model as the foundation for sustainable digital transformation that safeguards the religious character of Islamic educational institutions.