Awaliyah Azzahrah Ridwan
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : advances in education journal

Bayang-Bayang Kolonial dan Digital : Model Dakwah Moderasi Ulama Nusantara , Tradisi, dan Ketahanan Nafisah Azka Sabila; Awaliyah Azzahrah Ridwan; Dio Aryansyah; Aura; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalization encourages the spread of extremism, demanding an adaptive approach to da'wah. This study aims to develop the Moderate Da'wah Communication Model of Nusantara Ulama as a response to the ideological challenges posed by Colonial Shadows and the polarization of the Digital Age. The core issue is identifying communication message traditions and strategies for da'wah resilience. This qualitative study uses literature review, analyzed through the Da'wah Communication framework. Findings show that moderation messages are rooted in Sufism and pesantren ethics, emphasizing Zuhud to control fanaticism. The main model relies on the Salaf Pesantren as an example and Kitab Kuning for message standardization, utilizing a non-confrontational approach. The study's implication is the formulation of a Communal Hybrid Communication Model based on traditional authority and deep literacy, which effectively counteracts digital extremism.
Etika Gaya Hidup Remaja SMA: Relevansi Fiqih Pakaian dan Aurat di Era Digital Awaliyah Azzahrah Ridwan; Nabila Ramadhani; Sofia Zaeti Nur Siregar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana etika Fiqih pakaian perlu diinterpretasikan untuk menghadapi tantangan gaya hidup generasi muda khususnya anak SMA. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis kontekstual-kritis. Dalam konteks ini, konsep tradisional Libas Syuhrah yang mengacu pada pakaian mencolok yang telah mengalami perubahan menjadi narsisme digital. Fiqih klasik melarang Syuhrah karena dianggap memiliki Ghuluw dan Isrāf, dengan tujuan untuk menjaga Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Tetapi, di era digital, Syuhrah sudah berubah menjadi sarana flexing untuk mendapatkan pengakuan di media sosial. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa fungsi pakaian telah berubah dari alat ketaatan menjadi alat performatif yang terdapat Tabarruj secara digital, menyebabkan ketidakselarasan dalam praktik busana muslimah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi Fiqih pakaian terletak pada kemampuannya menjadi kompas etika yang berfokus pada pengendalian niat narsistik. Implikasi utama dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memperkuat dua pilar akhlak, yaitu Iffah (menjaga diri) dan Haya (malu), sebagai pertahanan internal bagi remaja