Abdul Fadhil
Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ChatGPT Jadi ‘Ustadz’? Tantangan dan Peluang AI dalam Riset Islam di Era Digital Riska Ramadhani; Tri Suryani; Ahmad Naufal; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the role of ChatGPT as AI in Islamic research and the opportunities and challenges emerging in the digital era. Using a library research method, it reviews literature on AI, Islamic scholarly ethics, and digital technology. The findings show that ChatGPT supports faster literature access, concept mapping, and initial analysis of research themes. It also assist in formulating research problems and building theoretical framework. However challenges remain, including information accuracy, algorithmic bias, limited contextual understanding, and the absence of religious authority. Therefore, ChatGPT must be used critically and verified through primary sources. The study concludes that ChatGPT is a complementary tool and cannot replace scholars or Islamic scientific methodology. 
Dari Baitul Hikmah ke Big Data : Transformasi Tradisi Literasi Islam di Era Informasi Imam Ilyasa Pangestu; Lulu Huliayahi Ilmiati; Sabrina Kayla Putri Muti; Fadhilah Fadhilah; Abdul Fadhil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40860

Abstract

Artikel ini membahas mengenai perkembangan teknologi informasi terhadap tradisi literasi dalam peradaban Islam. Pada masa klasik, Baitul Hikmah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya literasi Islam. Di era big data, akses terhadap sumber-sumber keislaman menjadi lebih mudah dan luas melalui teknologi digital. Artikel ini bertujuan mengkaji transformasi tradisi literasi Islam dari Baitul Hikmah hingga era informasi serta tantangan yang dihadapi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa informasi yang tidak valid dan menurunnya budaya membaca mendalam. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan nilai-nilai literasi klasik dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak.