Artikel ini membahas mengenai perkembangan teknologi informasi terhadap tradisi literasi dalam peradaban Islam. Pada masa klasik, Baitul Hikmah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya literasi Islam. Di era big data, akses terhadap sumber-sumber keislaman menjadi lebih mudah dan luas melalui teknologi digital. Artikel ini bertujuan mengkaji transformasi tradisi literasi Islam dari Baitul Hikmah hingga era informasi serta tantangan yang dihadapi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa informasi yang tidak valid dan menurunnya budaya membaca mendalam. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan nilai-nilai literasi klasik dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak.
Copyrights © 2026