Abdul Fadhil
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi dan Kedalaman Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di SMA: Analisis Pengembangan Materi Berbasis Deep Learning dalam Kerangka Kurikulum Merdeka Muhammad Ryja Baihaqi; Syifa Fajriyah; Halimah; Devita Hendriyanti; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the relevance and depth of Qur’an and Hadith learning at the senior high school (SMA) level through the development of instructional materials grounded in a Deep Learning approach within the Merdeka Curriculum framework. The discussion emphasizes how Qur’an and Hadith materials can be structured not merely to prioritize rote memorization, but to promote contextual comprehension, critical reflection, and the internalization of spiritual as well as moral values among learners. Employing a qualitative library research design, this article analyzes curriculum documents, scholarly journals, and educational policy references related to Islamic education and deep learning pedagogy. The findings reveal that the Deep Learning approach strengthens the linkage between Qur’anic and prophetic teachings and adolescents’ real-life experiences, while simultaneously supporting the achievement of learning outcomes across attitudinal, cognitive, and skills domains. Moreover, the application of relevance, consistency, and sufficiency principles in material development contributes to more meaningful, dialogical, and applicable learning processes. The study concludes that implementing Deep Learning in Qur’an and Hadith instruction at the SMA level holds significant potential to enhance character building, critical thinking, and students’ spiritual awareness in addressing the challenges of the digital era and contemporary social change.
Budaya Islami dalam Tren Fashion Generasi Z: Antara Syariat dan Estetika Nailah Habibah; Fadla Meisya Abdullah; Dhiya Syakira Putri; Fadil Aleidrus Sarwanto; Abdul Fadhil
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam tren fashion Islami, khususnya di kalangan Generasi Z. Fashion Islami tidak lagi dipahami hanya sebagai kewajiban menutup aurat berdasarkan syariat Islam, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari budaya populer yang dipengaruhi oleh estetika, gaya hidup, dan identitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya Islami dalam tren fashion Generasi Z serta dinamika antara syariat dan estetika di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan teknik analisis deskriptif terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion Islami pada Generasi Z mengalami pergeseran makna dari kewajiban religius menjadi sarana ekspresi diri, identitas sosial, dan bagian dari industri fashion modern. Media sosial berperan dalam mempercepat penyebaran tren fashion Islami sekaligus mendorong integrasi antara nilai syariat dan estetika. Di sisi lain, perkembangan tersebut berpotensi mendorong komersialisasi dan pergeseran nilai syariat apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap ajaran Islam. Oleh karena itu, keseimbangan antara syariat dan estetika menjadi kunci dalam membentuk identitas Muslim modern di kalangan Generasi Z.