Mubarok
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Agama dan Sains dalam Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Tauhid Mubarok; M. Mubin; Muhammad Sholeh; Rifqi Khairul Anam
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang implementasi nilai-nilai Tauhid dalam integrasi pembelajaran agama dan sains pada kurikulum pendidikan Islam sebagai respons terhadap problem dikotomi ilmu yang masih terjadi dalam sistem pendidikan modern. Selama ini, ilmu agama sering diposisikan terpisah dari sains, sehingga melahirkan ketimpangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tauhid sebagai landasan filosofis integrasi ilmu, menjelaskan bentuk implementasinya dalam kurikulum pendidikan Islam, serta mengkaji relevansinya terhadap tantangan pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer mengenai tauhid, pendidikan Islam, serta integrasi ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhid memiliki posisi sentral sebagai asas ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pendidikan Islam, sehingga seluruh cabang ilmu pada hakikatnya bersumber dari Allah dan harus diarahkan bagi kemaslahatan manusia. Implementasi nilai-nilai tauhid dapat dilakukan melalui perumusan tujuan kurikulum yang holistik, pengembangan materi pembelajaran yang menghubungkan ayat qauliyah dan ayat kauniyah, strategi pembelajaran kolaboratif antara agama dan sains, serta sistem evaluasi yang menilai aspek kognitif, afektif, spiritual, dan moral peserta didik. Dengan demikian, integrasi pembelajaran agama dan sains berbasis tauhid mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Artikel ini menegaskan bahwa tauhid bukan sekadar doktrin teologis, melainkan paradigma pendidikan yang strategis dalam membangun kurikulum pendidikan Islam yang integratif dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.