achmad irfanto
program studi teknik mesin universitas muhammadiyah gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POTENSI KEGAGALAN PROSES PRODUKSI CORRUGATED CARTON DI PT X MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) achmad irfanto; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 2 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v2i1.10341

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan manufaktur terkemuka di Indonesia yang bergerak dalam bidang produksi kemasan karton box. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi kegagalan yang terjadi pada proses produksi carton sheet dan carton box. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), yaitu suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengevaluasi potensi kegagalan dalam proses produksi yang dapat menyebabkan cacat pada produk. Metode ini bertujuan untuk memahami kemungkinan terjadinya suatu kegagalan, dampak yang ditimbulkan, serta tindakan mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat risiko. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan lima nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada proses produksi carton sheet, yaitu: kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator (RPN 576), kondisi lem yang terlalu cair (RPN 441), tekanan mesin yang kurang optimal atau kurang press (RPN 441), gangguan pada mesin atau mesin error (RPN 576), dan suhu mesin hotplate yang terlalu rendah (RPN 504). Sementara itu, lima nilai RPN tertinggi pada proses produksi carton box meliputi: kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator (RPN 576), ketidaktelitian dalam pengecekan material (RPN 567), lem yang tidak merekat dengan baik (RPN 504), kualitas sheet yang kurang baik (RPN 441), dan keterampilan operator yang masih rendah (RPN 432). Dari ketiga nilai RPN tertinggi pada proses produksi carton sheet, ditetapkan bahwa prioritas utama dalam usulan perbaikan difokuskan pada: (1) kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator yang menyebabkan produk cacat lolos dari proses kontrol kualitas (RPN 576), (2) ketidaktelitian dalam pengecekan material yang berpotensi menimbulkan kerugian produksi (RPN 567), serta (3) rendahnya kualitas sheet dengan nilai RPN 441, yang memerlukan pengawasan kualitas harian terhadap bahan baku dan pengendalian kelembapan untuk menjaga mutu sheet tetap optimal.