Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implemetasi Penggunaan Software AutoDesk Inventor Dalam Meningkatkan Kompetensi Menggambar Teknik pada Pelajar Kejuruan. Alviani Hesthi Permata Ningtyas
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i2.5620

Abstract

Improving the quality of human resources in the field of vocational education becomes the focus of goals in this community service activity. Through the training of software inventors, the quality of human resources in vocational schools SMK Muhammadiyah 1 Gresik, SMK KAL 1 Surabaya, SMK Maskumambang 1 and SMK PGRI 1 Gresik given understanding and knowledge about software Inventor that 73% of participants have never known the software before. With lecture methods, Q&A, demonstrations, and practices are given in the presentation of the material. The results of this software inventor training obtained a satisfaction score of 60% with a good assessment scale for facilitators, 53% for facilities and 53% for presenters, and 67% for materials provided. Suggestions for future training can be held with a longer duration and participants get an alloy book.
PELATIHAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA KEJURUAN Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Benny Arif Prambudiarto; Kholidia Ayunaning; Muhammad Khabib; Rafli Pramudia Putra; Mohammad Dafid Cahyono
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.183 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2940

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan kejuruan menjadi fokus tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Melalui pelatihan software inventor, kualitas sumber daya manusia pada sekolah kejuruan SMK PGRI 1 Gresik dan SMK Maskumambang 1 Dukun diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang software Inventor yang 50% dari peserta belum pernah mengetahui software tersebut sebelumnya. Dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktek diberikan dalam penyajian materi. Hasil dari pelatihan software inventor ini diperoleh nilai kepuasan 87.5% dengan skala penilaian sangat baik untuk fasilitator, 87.5% untuk fasilitas dan 87.5% pemateri serta 87.5% untuk materi yang diberikan. Saran untuk pelatihan kedepannya bisa diselenggarakan dengan durasi yag lebih lama dan peserta mendapatkan buku paduan
Pemilihan Material Yang Aman Untuk Frame Sepeda Listrik Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Ilham Arifin Pahlawan; Rafli Pramudia Putra
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19985

Abstract

Material properties or often referred to as mechanical properties are properties of materials related to behavior towards mechanical loading. Mechanical properties are necessary in considering the selection of materials that correspond to the circumstances required at loading. In addition to mechanical properties, dimensions are also needed that have a large role in assessing the strength of a bicycle frame. In this study, a material selection analysis process will be carried out based on the stress, displacement and safety factoe on the bicycle frame. The materials used in this study were aluminum 6061, steel and carbon with variations in loading of 60kg, 75kg, and 90kg. The analysis process is carried out using Autodesk inventor software. Where from the results of the 2018 Inventor software analysis obtained the value of von misses stress, displacement and safety factors. The conclusion obtained in this study is that the highest load has a maximum voltage owned by aluminum material 6061 and the displacement is the largest owned by carbon material. Safety factor worth more than 1 is owned by all materials, namely aluminum 6061, carbon and steel so that all materials are safe to use as electric bicycle frames.
ANALISA TEGANGAN PADA RANGKA SEPEDA DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL CARBON Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin; Purwo Sudirdjo; Agin Viakri Dagmar
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5942

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan, sepeda listrik telah menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian banyak orang. Dengan memadukan kelebihan sepeda konvensional dan teknologi baterai, sepeda listrik memberikan alternatif transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan ekonomis, terutama penyandang disabilitas, sangat membutuhkan alat transportasi sebagai kebutuhan utama. Salah satu alat transportasi yang sangat penting adalah sepeda. Komponen penting dalam sepeda adalah frame, yang berperan sebagai penopang beban dan tempat melekatkan komponen-komponen sepeda lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan desain frame sepeda bagi penyandang disabilitas. Frame sepeda roda tiga ini menggunakan bahan carbon dan dianalisis menggunakan fitur Finite Element Analysis pada perangkat lunak Autodesk Inventor. Beban yang diterima oleh frame sepeda adalah 75 kg, yang diasumsikan sebagai massa pengemudi. Hasil simulasi menunjukkan tegangan, pergeseran, dan faktor keamanan pada frame sepeda listrik dengan menggunakan material carbon dengan beban 75 kg atau 735,75 N. Tegangan maksimum yang diperoleh dari simulasi adalah 19,16 MPa, dengan nilai displacement terbesar sebesar 0,0414 mm. Namun, hasil ini masih memenuhi standar keamanan karena memiliki faktor keamanan yang dihasilkan sebesar 15.
Peningkatan kapabilitas penerapan 5R pada siswa SMK Assa'adah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Poerwo Sudirjdo; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin; Rizkyansyah Alif Hidayatullah; Muhammad Bima Alamsyah; Mohammad Rizal Safri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23632

Abstract

Abstrak Banyaknya civitas akademika yang belum mengimplementasikan 5R pada area bengkel permesinan, sehingga masih diperlukannya kegiatan penunjang 5R. 5R adalah suatu metode manajemen yang berasal dari Jepang, yang fokus pada organisasi dan kebersihan tempat kerja. Singkatan 5R mengacu pada lima konsep dasar dalam metode ini yaitu, Resik, rapi, ringkas, rawat, dan rajin. 5R memiliki tujuan yang baik dalam peningkatan kebersihan dan kondisi keselamatan di bengkel. Peningkatnya produktivitas melalui pengurangan waktu pemborosan dan peningkatan kualitas hasil kerja. Evaluasi penerapan 5R dapat membawa perubahan positif dalam bengkel permesinan dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi dan kunjungan untuk mengetahui implementasi dari 5R yang telah dilakukan di SMK.  SMK Assa’adah merupakan SMK yang  memerlukan evaluasi dalam penerapan 5S yang telah dilakukan di bengkel permesinan. Apakah 5R sudah diterapkan dengan baik ataukah masih memerlukan perbaikan. Kegiatan sosialisasi dilakukan didalam ruang kelas dengan memberikan materi tentang 5R dan memberikan contoh nyata kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendukung 5R. Selain itu setelah melakukan kunjungan untuk menilai penerapan 5R yang telah dilakukan di SMK Assa’adah sudah terdapat banner sebagai pengingat 5R saat bekerja dibengkel dan toolsbox yang digunakan siswa sudah tersedia tepat disamping mesin bubut jadi lebih mudah dalam mengambil peralatan bengkel. Hanya perlu membuat rak atau wadah untuk menampung peralatan bengkel seperti kunci pas, kunci ring,  palu dan kunci inggris. Perlu dilakukan pembatasan penataan mesin CNC bubut karena dalam satu ruangan terdapat beberapa mesin CNC. Kata kunci: 5R; bengkel; permesinan; efisiensi. Abstract 5S is a management method originating in Japan, which focuses on the organization and cleanliness of the workplace. The abbreviation 5S refers to five basic concepts in this method, namely, Sort, Straighten, Shine, Standardize and Sustain. 5S has a good purpose in improving cleanliness and safety conditions in the workshop. Increasing productivity through reducing waste time and improving the quality of work results. Evaluation of the application of 5R can bring positive changes in the machining workshop with increased efficiency and productivity. SMK Assa'adah requires evaluation in the application of 5S that has been carried out in the machining workshop. We need to make sure that the 5R has been implemented properly or does it still need improvement. After making a visit to assess the application of the 5Rs that have been carried out at SMK Assa'adah, there is already a banner as a reminder of the 5S when working in the workshop and the toolbox used by students is available right next to the lathe, so it is easier to put and take workshop equipment. Only need to make shelves or containers to hold workshop equipment such as wrenches, ring wrenches, hammers and wrenches. It is necessary to limit the arrangement of CNC lathe machines because in one room there are several CNC machines. Keywords: 5S; workshop; machine; efficiency.
EXPERIMENTAL AND CFD ANALYSIS OF A LABORATORY-SCALE PARALLEL FLOW SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Siti Duratun Nasiqiati Rosady; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 26 No. 1 (2026): March
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v26i1.39-47

Abstract

A heat exchanger is a device that functions to change the temperature of a fluid by utilizing the heat transfer mechanism from a high-temperature fluid to a lower-temperature fluid. This study was conducted to design and analyze the performance of a shell and tube heat exchanger with a parallel flow configuration on a laboratory scale. The design process focused on determining the main dimensions and components, such as tube length and the ratio between shell and tube diameters, to ensure optimal operation for laboratory experiments. After the device was successfully fabricated, experiments were carried out to obtain temperature data of the hot and cold fluids at both the inlet and outlet. These experimental data were then compared with the results of numerical simulations using ANSYS Fluent software based on the Computational Fluid Dynamics (CFD) method. The simulation was used to visualize the flow pattern and temperature distribution within the heat exchanger, as well as to calculate heat transfer efficiency. The results showed good agreement between the simulation and experimental data, with only a 1% deviation, where the inlet temperature of the hot fluid was 65°C and the outlet temperature was 38°C, indicating the validity of the numerical model used. From this study, it can be concluded that the combination of experimental design and CFD simulation analysis provides a more comprehensive understanding of the temperature distribution and efficiency of a shell and tube heat exchanger with a parallel flow configuration.
EVALUASI KECACATAN HASIL PRODUKSI VELG DI PT. AUTOKORINDO PRATAMA Muhammad Nuril Istighfar; Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Ilham Arifin Pahlawan Pahlawan
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v1i1.8835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses produksi velg tipe 6.00GS dan 7.50V, mempelajari perencanaan pengendalian produksi velg tipe 6.00GS dan 7.50V dan menganalisa kerusakan pada produksi velg yang ada di PT. AUTOKORINDO PRATAMA. Metode penelitian yang digunakan pada laporan ini adalah filosofi six sigma. Pada filosofi six sigma terdapat tools, yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Permasalahan yang terjadi adalah kecacatan pada produk velg yang disebabkan oleh beberapa faktor yang terdapat dalam proses produksi velg. Faktor penyebab kecacatan yang menjadi penyebab kecacatan pada produk velg dapat diketahui dengan mengimplementasikan DMAIC untuk mengetahui akar permasalahan dan membuat rancangan usulan perbaikan berdasarkan permalasahan yang ada. DMAIC adalah prosedur pemecahan masalah terstruktur yang banyak digunakan dalam peningkatan kualitas dan proses. Fase menentukan masalah (define). Fase ini tidak banyak menggunakan statistik, alat-alat (tools) statistik yang sering dipakai pada fase ini adalah diagram sebab akibat dan diagram pareto. Kesimpulan yang diperoleh dari penenlitian ini adalah di dalam KP mahasiswa dapat melatih diri sebagai tenaga kerja professional yang memiliki keterampilan, keahlian dan skil dalam bekerja didunia industri. Dengan menggunakan diagram diketahui bahwa tingkat kerusakan velg pada type adalah pada kerusakan diameter yang tidak sesuai dengan standart
ANALISIS EFEK KEGAGALAN PADA PERFORMA CIRCULATING WATER PUMP BERBASIS FMEA (FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS) Irfan Arif Evendi; Rizkyansyah Alif Hidayatullah; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v1i1.8837

Abstract

Circulating Water Pump (CWP) merupakan salah satu komponen pada sistem PLTGU yang berfungsi untuk memompa air untuk dialirkan ke kondensor dan Cooling Water Haet Exchanger (CWHE), sehingga apabila terjadi kegagalan pada CWP dapat menghambat operasionel sistem PLTGU dan mempengaruhi produksi listrik yang dihasilkan karena tidak adanya suplai pendidikan ke sistem PLTGU. Perawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perfoema Circulating Water Pump (CWP) yaitu dengan maintenance overhaul yang dilakukan setahun sekali. Untuk mengetahui penyebab kegagalan CWP dilakukan inspeksi, sehingga dapat dianalisa kegagalan apa yang terjadi serta dampak dari kegagalan tersebut. Dalam kegiatan maintenance overhaul juga perlu disertai analisis perbandigan performa sebelum dan setelah dilakukan overhaul. Pada laporan kerja praktik ini dilakukan perhitungan efisiensi siklus sebelum dan setelah overhaul di PLTGU Unit 4 PT. PLN NUSANTARA POWER UP Gresik. Dari hasil perhitngan sebelum overhaul sebesar 34,11%. Dan setekah dilakukan overhaul mengalami peningkatan sebesar 1,5% sehingga efisiensi siklus menjadi sebesar 35,61. Sedangkan untuk analisis kegagalan pada CWP berdasarkan nilai probabilitas, kondisi kegagalan CWP 3A yang paling dominan dipengaruhi oleh 4 kondisi antara lain, komponen memerlukan maintenance sesuai dengan lifetime 26%, tekanan discharge rendah 16%, kerusakan gland packing 16%, dan kerusakan bearing motor 16%.
ANALISIS EFEK KEGAGALAN PADA PERFORMA TURBIN GAS BERBASIS FMEA (FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS) Rohmat Bahauddin Azmi; Rizkyansyah Alif Hidayatullah; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v1i1.8840

Abstract

Turbin adalah penggerak mula yang mengubah energi potensial menjadi energi kinetik, lalu menjadi energi mekanik berupa putaran poros. Komponen utama turbin meliputi intake air filter, inlet guide vane, kompresor, turbin gas, generator, lube oil system, dan lainnya. Turbin diklasifikasikan menjadi turbin impuls dan reaksi, dengan jenis seperti Pelton, Turgo, Crossflow, dan Francis. FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) adalah metode untuk menganalisis potensi kesalahan dalam perancangan yang dapat menyebabkan kegagalan. Dalam pemeliharaan turbin gas, jenis pemeliharaan meliputi preventive, predictive, corrective, dan breakdown maintenance. Kegagalan umum pada turbin gas meliputi kebocoran oli, kerusakan seal, dan kerusakan valve, yang disebabkan oleh tekanan dan suhu tinggi, getaran, baut lepas, atau usia komponen. Dampaknya mencakup aus, macet, kebocoran gas, tekanan melemah, hingga penurunan performa. Solusi untuk masalah pada kebocoran oli yaitu mengganti baut yang lepas atau kendor. Sedangkan untuk permasalahan seal yang rusak adalah mengganti seal dan memastikan pemasangan benar untuk mencegah kebocoran. Kemudian solusi yang diberikan pada valve yang rusak yaitu memperbaiki atau mengganti valve, dengan pengecekan menyeluruh untuk mencegah kebocoran.
ANALISIS POTENSI KEGAGALAN PROSES PRODUKSI CORRUGATED CARTON DI PT X MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) achmad irfanto; Alviani Hesthi Permata Ningtyas
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 2 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v2i1.10341

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan manufaktur terkemuka di Indonesia yang bergerak dalam bidang produksi kemasan karton box. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi kegagalan yang terjadi pada proses produksi carton sheet dan carton box. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), yaitu suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengevaluasi potensi kegagalan dalam proses produksi yang dapat menyebabkan cacat pada produk. Metode ini bertujuan untuk memahami kemungkinan terjadinya suatu kegagalan, dampak yang ditimbulkan, serta tindakan mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat risiko. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan lima nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada proses produksi carton sheet, yaitu: kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator (RPN 576), kondisi lem yang terlalu cair (RPN 441), tekanan mesin yang kurang optimal atau kurang press (RPN 441), gangguan pada mesin atau mesin error (RPN 576), dan suhu mesin hotplate yang terlalu rendah (RPN 504). Sementara itu, lima nilai RPN tertinggi pada proses produksi carton box meliputi: kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator (RPN 576), ketidaktelitian dalam pengecekan material (RPN 567), lem yang tidak merekat dengan baik (RPN 504), kualitas sheet yang kurang baik (RPN 441), dan keterampilan operator yang masih rendah (RPN 432). Dari ketiga nilai RPN tertinggi pada proses produksi carton sheet, ditetapkan bahwa prioritas utama dalam usulan perbaikan difokuskan pada: (1) kurangnya ketelitian dalam pengawasan operator yang menyebabkan produk cacat lolos dari proses kontrol kualitas (RPN 576), (2) ketidaktelitian dalam pengecekan material yang berpotensi menimbulkan kerugian produksi (RPN 567), serta (3) rendahnya kualitas sheet dengan nilai RPN 441, yang memerlukan pengawasan kualitas harian terhadap bahan baku dan pengendalian kelembapan untuk menjaga mutu sheet tetap optimal.