Muslihudin
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychospiritual development and the formation of students’ religious motivation in islamic boarding schools: A literature review and conceptual model Inayah Inayah; Widodo Winarso; Muslihudin
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.8

Abstract

This study examines the psychospiritual development of students in Islamic boarding schools (pesantren), focusing on how religious habituation, internalization of spiritual values, and social dynamics influence students' psychological well-being and religious motivation. The literature review synthesizes findings from previous studies on the role of religious practices such as congregational prayers, Qur’an recitation, and dhikr in shaping students' spiritual awareness and identity. Psychospiritual development in pesantren is shown to be an integrative process, affecting both spiritual and psychological dimensions, including concentration, self-regulation, and emotional stability. The study also explores the role of social factors, such as peer attachment and social support, in reinforcing religiosity and promoting psychological resilience. Additionally, it highlights the importance of religiosity in fostering hope, life satisfaction, and resilience, which contribute to students' subjective well-being. This paper proposes a conceptual model of psychospiritual development in pesantren, illustrating the interaction between religious habituation, value internalization, psychological regulation, and social support. The study concludes that psychospiritual development is a gradual and transformative process that evolves from external ritual compliance to intrinsic religious motivation, contributing to a sustainable form of religious consciousness among students.
DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG-BANG PADA AKHLAQ SISWA Sopidi; Suci Alvisahr; Muslihudin; Akhmad Affandi
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kebiasaan perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 2) Menemukan dampak perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Akhlaq siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 3) Menganalisis Faktor yang menyebabkan siswa kecanduan Game online Mobile legend Bang-bang Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi pada saat penelitian dengan teknik pengumpulan data melalu observasi, wawancara, serta sudi dokumen. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, data display, serta pengambilan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) kebiasaan bermain game online Mobile Legend Bang-bang (MLBB) di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, yang dimulai sejak sekolah dasar dan dipengaruhi oleh teman, keluarga, serta YouTuber game. Lokasi bermain bervariasi, dengan durasi 1-2 jam di sekolah dan 4,5-10 jam di rumah, terutama saat libur. 2) Kecanduan game MLBB berdampak negatif pada akhlak siswa terhadap Allah SWT (menunda sholat), orang tua (mengabaikan perintah), diri sendiri (kesehatan terabaikan), sesama (fokus berkurang saat belajar), dan lingkungan (kebersihan terabaikan).3) Faktor-faktor yang memengaruhi kecanduan meliputi kebutuhan hiburan, dorongan kemenangan, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua. Intervensi yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan hiburan dan tanggung jawab siswa.