irkham auladi
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Profetik Dalam Transformasi Kurikulum Program Unggulan Akademik Di Madrasah Aliyah Intan Umi Khofifah; Moh. Roqib; Rohmat Ilham Romadhon; irkham auladi
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.66

Abstract

Perkembangan pendidikan di era digital menghadirkan tantangan serius terhadap pembentukan karakter peserta didik, terutama di tengah meningkatnya orientasi akademik yang kompetitif dan melemahnya nilai moral dalam lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pentingnya penguatan pendidikan profetik sebagai pendekatan integratif yang menghubungkan dimensi spiritual, sosial, dan intelektual dalam sistem pendidikan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan profetik dalam program unggulan akademik di madrasah aliyah serta mengungkap implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang memiliki program unggulan akademik berbasis penguatan karakter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, pembina program, dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai profetik dilakukan melalui integrasi nilai transendensi, humanisasi, dan liberasi dalam visi-misi madrasah, kurikulum, pembiasaan religius, keteladanan guru, dan budaya akademik berbasis karakter. Internalisasi tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya karakter religius, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan kolaboratif pada peserta didik. Namun, implementasi nilai profetik masih menghadapi tantangan berupa pengaruh budaya digital, tekanan akademik, dan belum optimalnya evaluasi karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan profetik dapat menjadi paradigma strategis dalam pengembangan program unggulan akademik yang integratif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara holistik.
Kitābah and Syahādah in Q.S. al-Baqarah [2]: 282: A Thematic Exegesis Study between Classical and Contemporary Perspectives and Its Relevance to Islamic Financial Practices in Indonesia Budi Susetyo; Naqiyah Naqiyah; Fadhil G Lusaputra; Yuniarti Herwiwarni; Lustono Lustono; Irkham Auladi; Mohammed Elfadil Ahmed Bakhit
ZAD Al-Mufassirin Vol. 8 No. 1 (2026): ZAD Al-Mufassirin June 2026 [In Progress]
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v8i1.415

Abstract

This study is motivated by the increasing complexity of Islamic financial practices in Indonesia, which necessitates a more operational interpretation of Q.S. al-Baqarah [2]: 282, particularly regarding the concepts of kitābah and syahādah. The study aims to examine the construction of meaning of these two concepts in both classical and contemporary Qur’anic exegesis and to formulate their relevance to the principles of documentation, verification, and supervision in Islamic financial transactions. This research employs a qualitative library-based approach using a thematic (mawḍū‘ī) tafsir methodology through a comparative analysis of classical and contemporary tafsir works, academic literature, and Indonesian Islamic finance regulations. The findings reveal that kitābah has undergone a significant expansion in meaning, evolving from the recording of debt transactions into a broader principle of accountable documentation. Meanwhile, syahādah has developed from personal testimony into a mechanism of institutional verification and oversight. The novelty of this study lies in its use of kitābah and syahādah as analytical categories for linking the interpretive development of the āyah al-mudāyanah (the verse on financial transactions) with the contemporary needs of Islamic financial governance, rather than merely employing them as normative justifications for Islamic accounting practices. The study further argues that Q.S. al-Baqarah [2]: 282 can be positioned as an ethical and conceptual framework for strengthening transparency, accountability, and transactional justice within Islamic financial institutions.