Ach. Khatib
Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi moderat agama dan sains; Jalan tengah Mehdi Golshani antara mazhab islamis dan instrumentalis Ach. Maimun; Paisun; Ach. Khatib
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.73

Abstract

Relasi antara agama dan sains dalam pemikiran Islam kontemporer masih diwarnai oleh ketegangan antara pendekatan integratif dan pendekatan yang menekankan netralitas sains. Polarisasi ini memunculkan kebutuhan akan kerangka konseptual yang mampu menjembatani kedua posisi tersebut secara proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sains Islam menurut Mehdi Golshani serta mengkaji posisi moderatnya di antara mazhab Islamis dan instrumentalis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan yang dianalisis secara filosofis-komparatif melalui kerangka multidimensi sains. Data diperoleh dari karya-karya utama Golshani dan literatur relevan dalam bidang filsafat ilmu dan sains Islam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sains Islam menurut Golshani merupakan sains yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara selektif pada dimensi metafisika, aspek epistemologis tertentu, teore fundamental, serta orientasi teoretis dan praktis sains. Sementara itu, pada dimensi metodologis dan teore deskriptif, sains tetap bersifat universal dan objektif sehingga tidak memerlukan intervensi nilai agama. Temuan ini menegaskan bahwa Golshani menolak dua posisi ekstrem, yaitu islamisasi total sains dan klaim netralitas absolut sains, dengan menawarkan pendekatan integrasi moderat yang bersifat dialogis dan kontekstual. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam pengembangan filsafat ilmu Islam melalui model integrasi berbasis dimensi sains, serta secara praktis memberikan dasar konseptual bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan yang mengintegrasikan agama dan sains secara lebih substantif.