Qomariyah
Universitas Nurul Jadid, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Merekonstruksi Manajemen Pembelajaran Islam di Era Digital: Sinergi antara Teknologi, Guru, dan Spiritualitas Qomariyah; Nur Aisyah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.97

Abstract

Transformasi digital yang berlangsung secara masif dalam dunia pendidikan telah menciptakan paradoks baru dalam sistem pembelajaran Islam, di mana peningkatan efisiensi teknologi sering kali diikuti oleh melemahnya interaksi humanistik, refleksi spiritual, dan orientasi etik dalam proses pendidikan. Sebagian besar diskursus global mengenai digital learning masih didominasi pendekatan techno-centric yang menempatkan teknologi sebagai pusat transformasi pendidikan, sementara dimensi spiritualitas dalam pembelajaran digital masih relatif terpinggirkan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi manajemen pembelajaran Islam di era digital melalui pengembangan kerangka konseptual integratif yang mensinergikan teknologi digital, transformasi peran guru, pedagogi adaptif, dan spiritualitas dalam satu ekosistem pembelajaran yang holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis konseptual kritis. Data diperoleh dari Scopus, ERIC, Crossref, Dimensions, Google Scholar, dan jurnal terakreditasi pada rentang tahun 2021–2026. Melalui tahapan seleksi berbasis PRISMA, sebanyak 48 artikel utama dianalisis menggunakan thematic content analysis dengan dukungan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lembaga pendidikan Islam masih berada pada tahap digital adaptation, di mana teknologi lebih banyak dimanfaatkan sebagai instrumen administratif dibandingkan sebagai medium transformasi pedagogis dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa digitalisasi pendidikan tanpa fondasi spiritual berpotensi menghasilkan depersonalisasi pembelajaran dan melemahnya pembentukan karakter peserta didik. Berdasarkan sintesis konseptual, penelitian ini menghasilkan model “Spiritually Grounded Digital Learning Ecosystem” yang menempatkan spiritualitas sebagai fondasi etik dalam transformasi pembelajaran digital Islam. Model ini memperluas diskursus digital pedagogy dengan menghadirkan spiritualitas bukan sekadar sebagai nilai pendukung, tetapi sebagai basis epistemologis dalam pengembangan pendidikan Islam di era transformasi digital global