I Gede Arya Sucitra
Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 6,5, Glondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta – 55188

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna dalam Ketidakjelasan: Kajian Kritik Atas Karya Fotografi Abstrak Daisuke Yokota Riki Maulana; Suwarno Wisetrotomo; I Gede Arya Sucitra
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.15527

Abstract

Kajian kritik seni ini bertujuan untuk menelaah visual karya fotografi dari Daisuke Yokota yang melepaskan narasi, bentuk, dan visual fotografi secara konvensional. Permasalahan utama yang dikaji terdapat pada bagaimana makna dapat muncul ketika bentuk visual tidak jelas bahkan dihapuskan. Kritik ini mengarah pada penelusuran kemungkinan terwujudnya pengalaman secara perasaan, emosi, atau sikap yang bersifat individual dalam wahana visual yang bermakna ganda. Dengan menggunakan metode kritik yang menggabungkan observasi visual, interpretasi teoretis, dan refleksi kritis, kajian ini memetakan hubungan antara kekosongan visual, respons, dan intensitas emosional yang muncul terhadap karya. Kajian dilakukan pada beberapa karya visual Yokota yang direpresentasikan melalui suasana, emosi, atau kesan yang tidak jelas dan efek pada residu kimia yang digunakan sebagai medium pengganti dalam representasi. Hasil dan kesimpulan pada kajian kritik ini menunjukkan bahwa karya Daisuke Yokota tidak mewujudkan makna secara langsung, tetapi membuka peluang untuk membentuk sebuah ruang wahana yang melibatkan perasaan dan emosional penikmat karya.  Ketiadaan bentuk dan makna secara konvensional pada karya justru memberi ruang untuk melibatkan batin penonton agar dapat direfleksikan dan membentuk makna baru secara personal.Meaning in Ambiguity: A Critical Study of Daisuke Yokota's Abstract PhotographyABSTRACTThis art critique aims to examine the visual aspects of Daisuke Yokota's photographic works, which depart from conventional narratives, forms, and visual photography. The main issue explored is how meaning can emerge when visual forms are unclear or even eliminated. This critique leads to an exploration of the possibility of realizing individual experiences, emotions, or attitudes in a visual medium that has multiple meanings. Using a critical method that combines visual observation, theoretical interpretation, and critical reflection, this study maps the relationship between visual emptiness, response, and the emotional intensity that arises in relation to the work. The study was conducted on several of Yokota's visual works, which are represented through ambiguous atmospheres, emotions, or impressions and the effects of chemical residues used as a substitute medium in representation. The results and conclusions of this critical study show that Daisuke Yokota's works do not directly convey meaning but open up opportunities to create a space that involves the feelings and emotions of the viewer. The absence of conventional form and meaning in the work provides space for the viewer's inner self to be involved in reflecting on and forming new personal meanings. 
Fotografi Tanpa Fotograf sebagai Sebuah Titik Lebur Pemahaman Fotografi Radhi Nibras Thirafi; Suwarno Wisetrotomo; I Gede Arya Sucitra
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.15531

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis karya seniman Akiq Aw dalam pameran After Ça-a-été sebagai respons terhadap redefinisi medium fotografi melalui pendekatan konseptual “fotografis”. Berangkat dari gagasan Roland Barthes tentang ça-a-été sebagai bukti ontologis keberadaan dalam fotografi, karya-karya Akiq Aw justru menunjukkan pembalikan terhadap representasi visual konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik dan kritik visual terhadap empat karya utama yang menghilangkan elemen-elemen mendasar fotografi: ikon, objek, subjek, dan fotograf itu sendiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan “fotografis” berupaya membebaskan praktik pencitraan dari batasan teknis, menggeser makna fotografi sebagai media menuju sifat konseptual. Hasil ini memperlihatkan bahwa batas-batas medium dalam seni kontemporer semakin cair dan menuntut pendekatan pemaknaan yang lebih kontekstual dan interaktif. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai transformasi epistemologis dalam praktik seni visual kontemporer Indonesia.Photography Without Photograph as a Melting Point of Understanding Photography ABSTRACTThis study aims to analyze the works of artist Akik AW featured in the After Ça-a-été exhibition as a response to the redefinition of photography through the conceptual approach of the “photographic.” Building on Roland Barthes’ idea of ça-a-été as ontological proof in photography, Akik AW’s works invert conventional representational logic. This research applies a qualitative descriptive method with semiotic and visual critique approaches to four primary works that remove fundamental photographic elements: icon, object, subject, and the photograph itself. The findings indicate that the “photographic” approach seeks to liberate the image-making process from technical constraints, shifting the understanding of photography from a medium to a conceptual quality. These results suggest that medium boundaries in contemporary art are increasingly fluid and require contextual and interactive interpretative frameworks. This study contributes to the understanding of epistemological transformation within contemporary Indonesian visual art practices.