Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
Vol 10, No 2 (2025): December 2025

Fotografi Tanpa Fotograf sebagai Sebuah Titik Lebur Pemahaman Fotografi

Thirafi, Radhi Nibras (Unknown)
Wisetrotomo, Suwarno (Unknown)
Sucitra, I Gede Arya (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2025

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis karya seniman Akiq Aw dalam pameran After Ça-a-été sebagai respons terhadap redefinisi medium fotografi melalui pendekatan konseptual “fotografis”. Berangkat dari gagasan Roland Barthes tentang ça-a-été sebagai bukti ontologis keberadaan dalam fotografi, karya-karya Akiq Aw justru menunjukkan pembalikan terhadap representasi visual konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik dan kritik visual terhadap empat karya utama yang menghilangkan elemen-elemen mendasar fotografi: ikon, objek, subjek, dan fotograf itu sendiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan “fotografis” berupaya membebaskan praktik pencitraan dari batasan teknis, menggeser makna fotografi sebagai media menuju sifat konseptual. Hasil ini memperlihatkan bahwa batas-batas medium dalam seni kontemporer semakin cair dan menuntut pendekatan pemaknaan yang lebih kontekstual dan interaktif. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap pemahaman mengenai transformasi epistemologis dalam praktik seni visual kontemporer Indonesia.Photography Without Photograph as a Melting Point of Understanding Photography ABSTRACTThis study aims to analyze the works of artist Akik AW featured in the After Ça-a-été exhibition as a response to the redefinition of photography through the conceptual approach of the “photographic.” Building on Roland Barthes’ idea of ça-a-été as ontological proof in photography, Akik AW’s works invert conventional representational logic. This research applies a qualitative descriptive method with semiotic and visual critique approaches to four primary works that remove fundamental photographic elements: icon, object, subject, and the photograph itself. The findings indicate that the “photographic” approach seeks to liberate the image-making process from technical constraints, shifting the understanding of photography from a medium to a conceptual quality. These results suggest that medium boundaries in contemporary art are increasingly fluid and require contextual and interactive interpretative frameworks. This study contributes to the understanding of epistemological transformation within contemporary Indonesian visual art practices. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

invensi

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni ...