Neglasari Village is one of the villages in Salawu District, Tasikmalaya Regency, West Java. Neglasari Village is one of those who are still experiencing stunting cases. A community service program in the form of Kuliah Kerja Nyata (KKN) contained in this article aims to find out stunting data, as well as stunting prevention, by going through several health literacy as outlined in the work program that has been carried out. Creating a work program related to health literacy will educate the public about the importance of knowing about stunting, and the program will raise public awareness about stunting. This community service was conducted through observations and interviews with several parties in Neglasari Village. The results found that 34 children were stunted, and the number had decreased to 20 people who had passed stunting. Therefore, the data obtained decreased by 58 percent for those who passed stunting, and the remaining 41.2 percent were still stunted. This is because educational activities are related to preventing stunting in the community and routine activities from posyandu in Neglasari Village. Abstrak Desa Neglasari merupakan salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Desa Neglasari menjadi salah satu yang masih mengalami kasus stunting. Program pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimuat dalam tulisan ini bertujuan untuk mengetahui data stunting, serta pencegahan stunting dengan melalui beberapa literasi kesehatan yang dituangkan dalam program kerja yang telah dilakukan. Dibuatnya program kerja yang berkaitan dengan literasi kesehatan untuk mengedukasi kepada masyarakat mengingat bahwa pentingnya memiliki pengetahuan mengenai stunting, serta dengan program tersebut akan memberikan kesadaran pada masyarakata mengenai stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada beberapa pihak Desa Neglasari. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat 34 orang anak yang mengalami stunting dan telah menurunnya angka tersebut menjadi 20 orang yang telah lolos stunting. Maka dari itu, data yang didapat mengalami penurunan sebanyak 58 persen bagi yang lolos stunting dan tersisa 41.2 persen masih stunting. Hal tersebut karena adanya kegiatan edukasi terkait cegah stunting kepada Masyarakat dan adanya kegiatan rutin dari posyandu di Desa Neglasari. Kata Kunci: edukasi; program literasi; pencegahan stunting