With the society's lifestyle significantly influenced by information and communication technology, especially social media, students tend to spend more time in front of the screen than reading books and looking for the information they need by visiting the library. Even so, school libraries can effectively use technology such as social media to carry out engaging and interactive activities to encourage students' interest in reading. This program is part of implementing a student internship program using the action research stage. The aim is to discover how Instagram and Bookflix, as promotional media, can increase student interest in visiting and build a successful promotional strategy for the SMAN 20 Bandung library. The method used is action research. The results show that the library promotion used at SMAN 20 Bandung uses Instagram social media and the school bulletin board "Bookflix". To get the best results, these two media must be combined. The school bulletin board can be used to convey more specific and direct information to students. In contrast, Instagram can be used to reach a wider audience and create more dynamic interactions. Abstrak Dengan gaya hidup masyarakat yang kini telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, peserta didik cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada membaca buku dan mencari informasi yang dibutuhkan dengan berkunjung ke perpustakaan. Meskipun begitu, kini perpustakaan sekolah dapat menggunakan teknologi seperti media sosial secara efektif untuk melakukan aktivitas yang menarik dan interaktif untuk mendorong minat baca peserta didik. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan program magang mahasiswa yang dilakukan dengan menggunakan tahapan penelitian tindakan (action research). Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana Instagram dan Bookflix sebagai media promosi dapat meningkatkan minat kunjung peserta didik dan membangun strategi promosi yang berhasil untuk perpustakaan SMAN 20 Bandung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan. Hasil menunjukkan bahwa promosi perpustakaan yang digunakan di SMAN 20 Bandung adalah pemanfaatan media sosial Instagram dan mading sekolah "Bookflix". Untuk mendapatkan hasil terbaik, kedua media ini harus dikombinasikan. Mading sekolah dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih spesifik dan langsung kepada peserta didik, sedangkan Instagram dapat digunakan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menciptakan interaksi yang lebih dinamis. Kata Kunci: Bookflix; Instagram; perpustakaan sekolah; strategi promosi