Yezika Rachman
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Instagram and Bookflix: A promotion strategy to develop the SMAN 20 Bandung Library Raysa Atripa Royyan; Salwa Ghaida Rakhmawati; Yezika Rachman
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81560

Abstract

With the society's lifestyle significantly influenced by information and communication technology, especially social media, students tend to spend more time in front of the screen than reading books and looking for the information they need by visiting the library. Even so, school libraries can effectively use technology such as social media to carry out engaging and interactive activities to encourage students' interest in reading. This program is part of implementing a student internship program using the action research stage. The aim is to discover how Instagram and Bookflix, as promotional media, can increase student interest in visiting and build a successful promotional strategy for the SMAN 20 Bandung library. The method used is action research. The results show that the library promotion used at SMAN 20 Bandung uses Instagram social media and the school bulletin board "Bookflix". To get the best results, these two media must be combined. The school bulletin board can be used to convey more specific and direct information to students. In contrast, Instagram can be used to reach a wider audience and create more dynamic interactions.   Abstrak Dengan gaya hidup masyarakat yang kini telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, peserta didik cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada membaca buku dan mencari informasi yang dibutuhkan dengan berkunjung ke perpustakaan. Meskipun begitu, kini perpustakaan sekolah dapat menggunakan teknologi seperti media sosial secara efektif untuk melakukan aktivitas yang menarik dan interaktif untuk mendorong minat baca peserta didik. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan program magang mahasiswa yang dilakukan dengan menggunakan tahapan penelitian tindakan (action research). Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana Instagram dan Bookflix sebagai media promosi dapat meningkatkan minat kunjung peserta didik dan membangun strategi promosi yang berhasil untuk perpustakaan SMAN 20 Bandung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan. Hasil menunjukkan bahwa promosi perpustakaan yang digunakan di SMAN 20 Bandung adalah pemanfaatan media sosial Instagram dan mading sekolah "Bookflix". Untuk mendapatkan hasil terbaik, kedua media ini harus dikombinasikan. Mading sekolah dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih spesifik dan langsung kepada peserta didik, sedangkan Instagram dapat digunakan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menciptakan interaksi yang lebih dinamis. Kata Kunci: Bookflix; Instagram; perpustakaan sekolah; strategi promosi
Improving librarianship skills through P3KNK community service at Universitas Islam Bandung library Raysa Atripa Royyan; Salwa Ghaida Rakhmawati; Yezika Rachman; Riche Cynthia Johan; Atty Sofiyanty
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95039

Abstract

The Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) is an experiential learning-based community service model designed to strengthen students' professional competencies through direct involvement in librarianship practices. This article examines how implementing P3KNK in library collection procurement and development activities contributes to improving students' librarianship competencies at Universitas Islam Bandung library. This article is reviewed using a qualitative descriptive approach that involves students as active participants in library operations. Data were collected through observation, documentation, and student reflection during the program. The results of the community service indicate a significant increase in three main competency areas: conceptual knowledge related to collection management, technical skills in the procurement and processing of library materials, and professional attitudes, such as responsibility and collaboration. The implementation of P3KNK at the Universitas Islam Bandung library not only enhances students' readiness for professional practice but also makes a tangible contribution to partner institutions by supporting collection development. P3KNK can be positioned as an effective community service model that bridges theoretical learning and librarianship practice and contributes to improving the quality of librarianship education in higher education.   Abstrak Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) merupakan model pengabdian kepada masyarakat berbasis experiential learning yang dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam praktik kepustakawanan. Artikel ini mengkaji bagaimana pelaksanaan P3KNK pada kegiatan pengadaan dan pengembangan koleksi perpustakaan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi kepustakawanan mahasiswa di Perpustakaan Universitas Islam Bandung. Artikel ini dikaji dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa sebagai partisipan aktif dalam aktivitas operasional perpustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi mahasiswa selama program berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tiga aspek kompetensi utama, yaitu pengetahuan konseptual terkait manajemen koleksi, keterampilan teknis dalam proses pengadaan dan pengolahan bahan pustaka, serta sikap profesional seperti tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama. Pelaksanaan P3KNK di Perpustakaan Universitas Islam Bandung tidak hanya meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam praktik profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi institusi mitra melalui dukungan terhadap proses pengembangan koleksi. P3KNK dapat diposisikan sebagai model pengabdian yang efektif dalam menjembatani pembelajaran teoretis dan praktik kepustakawanan serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan kepustakawanan di perguruan tinggi. Kata Kunci: kompetensi kepustakawanan; pengabdian kepada masyarakat; perpustakaan perguruan tinggi