Anggi Yus Susilowati
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Anominity and Transformation of Social Interaction in Digital Society: A Case Study of Social Media Anggi Yus Susilowati
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/fh3vq252

Abstract

This research analyzes the role of anonymity as a major catalyst in the transformation of social interaction in digital society, with a case study on social media. Using a descriptive-analytical desk research method, this study examines current scientific literature to reveal the positive and negative impacts of anonymity on the dynamics of online communication. The results show that anonymity facilitates freedom of expression and the formation of inclusive virtual communities, and supports whistleblowing. However, its negative impact is more dominant, triggering online disinhibition that leads to anti-social behaviors such as cyberbullying, hate speech, and identity manipulation. Anonymity is also a key factor in the spread of disinformation/hoaxes, exacerbating opinion polarization through echo chambers, and contributing to mental health problems due to online harassment. The long-term implications include the erosion of trust and the loosening of online social norms. In conclusion, anonymity is transforming social interactions in digital society as a double-edged sword. While it offers the potential for freedom of expression and unique communities, the risks to accountability, security and digital well-being are immense. Therefore, this study emphasizes the urgency of finding a balance between facilitating the freedom of anonymity and building a healthier and more responsible online interaction environment.
Kesadaran Mahasiswa Sosiologi Agama Semester 5 terhadap Kebersihan Lingkungan Kelas Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Alfa Ma’al Abror; Reza Dwi Fahlefi; Yunus Husna Wijaya Suparman; Anggi Yus Susilowati
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v2i2.1962

Abstract

Kebersihan lingkungan kampus merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehat, dan nyaman bagi mahasiswa. Namun, realitas di berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kelas masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama semester 5 terhadap kebersihan lingkungan kelas di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta menganalisis tingkat kenyamanan mahasiswa terhadap kondisi kebersihan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form kepada 25 responden mahasiswa aktif semester 5. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan penyajian dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kelas berada pada kategori sedang hingga tinggi. Sebagian besar responden memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya kebersihan, namun belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku nyata secara konsisten. Selain itu, tingkat kenyamanan mahasiswa terhadap kebersihan kelas tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat sejumlah mahasiswa yang merasa kurang nyaman akibat kondisi kebersihan yang belum optimal. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran normatif dan praktik kebersihan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan pendidikan karakter, internalisasi nilai keagamaan, serta pembiasaan perilaku bersih secara kolektif untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan kelas secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengolahan Cangkang Rajungan di Desa Citemu Kabupaten Cirebon Mutakhirani Mustafa; Yanti Kusnawati; Anggi Yus Susilowati
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1160

Abstract

Desa Citemu di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah pesisir yang dikenal sebagai sentra penghasil rajungan. Aktivitas pengolahan rajungan menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar yang seringkali dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi mencemari ekosistem pesisir. Di sisi lain, limbah cangkang rajungan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan nelayan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan potensi dan aset lokal yang dimiliki komunitas. Tahapan metode ABCD yang diterapkan meliputi discovery (identifikasi potensi perempuan nelayan dan kondisi lingkungan pesisir), dream (perumusan visi pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan limbah rajungan), design (perencanaan pelatihan dan strategi pengolahan cangkang rajungan), define (penguatan kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga terkait), serta destiny (implementasi, pemantauan, dan evaluasi program). Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 perempuan nelayan sebagai peserta utama program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perempuan di Desa Citemu mulai aktif terlibat dalam kegiatan pengolahan limbah cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomis seperti kerupuk cangkang rajungan, pupuk organik, dan pakan ternak. Selain meningkatkan keterampilan produksi, kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, peluang usaha baru, serta kemandirian ekonomi perempuan. Dengan demikian, pendekatan ABCD terbukti mampu mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pengelolaan sumber daya lokal sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.