Mochammad Daffauddin
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran Politik Partai pada Kampanye Politik Untuk Memenangkan Calon Legislatif Muda Di Pemilu 2024 Mochammad Daffauddin; Ali Sahab
Management and Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam mendukung kemenangan calon legislatif muda pada Pemilu 2024 di Kabupaten Jombang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PPP menerapkan strategi pemasaran politik kombinatif: pendekatan tradisional melalui jejaring pesantren, pengajian, dan silaturahmi tokoh agama; serta pendekatan digital melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Caleg muda berupaya membangun citra politik yang otentik, interaktif, dan adaptif terhadap gaya komunikasi generasi muda. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala strategis seperti dominasi caleg senior, keterbatasan logistik, minimnya pelatihan, serta maraknya praktik politik uang. Kajian ini menggunakan kerangka Candidate Marketing Maps dan teori pemasaran politik lainnya untuk membedah efektivitas strategi tersebut dalam konteks lokal. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas caleg muda dan reformasi strategi kampanye partai agar lebih responsif terhadap segmen pemilih muda yang terus berkembang. Kata kunci: pemasaran politik, caleg muda, media sosial, PPP, kampanye digital, Pemilu 2024 ABSTRACT This study aims to analyze the political marketing strategy of the United Development Party (PPP) in supporting young legislative candidates during the 2024 General Election in Jombang Regency. Employing a qualitative approach and case study method, data was collected through in-depth interviews, documentation, and literature review. The findings indicate that PPP applies a hybrid marketing strategy: a traditional approach involving pesantren networks, religious gatherings, and elite religious figures; and a digital approach using platforms such as Instagram, WhatsApp, and TikTok. Young candidates attempt to build an authentic, interactive political image that aligns with the communication style of younger voters. However, several strategic barriers remain, including senior candidate dominance, limited logistical support, lack of training, and the persistence of money politics. This study employs the Candidate Marketing Maps framework and relevant political marketing theories to assess the effectiveness of the strategy in a local context. The findings recommend strengthening youth candidate capacity and reforming party campaign strategies to become more responsive to the evolving young voter segment. Keywords: political marketing, young candidates, social media, PPP, digital campaign, 2024 election.