Futry Ayu Lestari
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Self-Regulated Learning on the Effectiveness of Digital Learning: A Study on Madrasah Ibtidaiyah Students Vivin Ardiyanti; Fauzan Fauzan; Futry Ayu Lestari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19880

Abstract

AbstractThis study aims to examine the effect of self-regulated learning on the effectiveness of digital learning in fifth-grade students of Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan Jakarta, Indonesia. This study employs a quantitative approach using a survey design and a total sampling technique, which involves 67 fifth-grade students as respondents. Data were collected through a validated Likert scale questionnaire designed to measure self-learning variables and the use of digital learning. Simple linear regression testing was implemented to verify the research hypothesis and identify interconnections among variables. Study findings indicate the presence of a meaningful positive impact between self-directed learning and the effectiveness of digital learning, with a coefficient of determination (R²) of 0.366, indicating that 36.6% of the variance in the use of digital learning can be explained by self-regulated learning abilities, while the remaining 63.4% is influenced by other factors not examined in this study. This study concludes that self-regulated learning is an important factor in increasing the effectiveness of digital learning implementation in elementary madrasah students. These findings indicate the importance of developing pedagogical strategies that foster students' self-regulation skills to optimize the integration of digital technology in education environments, especially in madrasah ibtidaiyah.Keywords: digital learning, effectiveness, self regulated learning.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran mandiri terhadap efektivitas pembelajaran digital pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan Jakarta, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan teknik total sampling yang melibatkan 67 siswa kelas V (lima) sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah divalidasi dan dirancang untuk mengukur pembelajaran mandiri dan penggunaan pembelajaran digital. Pengujian regresi linear sederhana diimplementasikan untuk memverifikasi hipotesis riset dan mengidentifikasi keterkaitan antar variabel. Temuan studi mengindikasikan terdapatnya dampak positif yang bermakna antara pembelajaran mandiri dengan efektivitas pembelajaran digital, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,366, yang menunjukkan bahwa 36,6% varians penggunaan pembelajaran digital dapat dijelaskan oleh kemampuan pembelajaran mandiri, sedangkan sisanya sebesar 63,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran mandiri merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran digital pada siswa madrasah ibtidaiyah. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengembangkan strategi pedagogis yang menumbuhkan keterampilan pengaturan diri siswa untuk mengoptimalkan integrasi teknologi digital dalam lingkungan pendidikan, khsususnya di Madrasah Ibtidaiyah.Kata kunci: pembelajaran digital, efektivitas, self regulated learning.
MEMBANGUN EKOSISTEM PEMBELAJARAN INKLUSIF DAN AKSESIBEL MELALUI PENDEKATAN UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING DI SEKOLAH DASAR Bunga Syafiq Munira; Jamil Suprihatiningrum; Vivin Ardiyanti; Futry Ayu Lestari; Khristina Antariningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11431

Abstract

The diversity of student characteristics in elementary schools requires learning approaches that accommodate individual learning needs equitably. Although inclusive education has become a national policy in Indonesia, classroom practices remain largely dominated by standardized instructional approaches, limiting the fulfillment of individual learners' needs. Furthermore, studies examining the implementation of Universal Design for Learning (UDL) in fostering an inclusive and accessible learning ecosystem within Indonesian elementary schools remain limited. This study aimed to analyze the implementation of UDL, identify its supporting factors, and examine the challenges encountered during its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study design was employed at SD Tumbuh Yogyakarta. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis, supported by source and method triangulation. The findings revealed that UDL implementation was realized through six main strategies: flexible co-teaching, differentiated and leveled instruction, theme-based Project-Based Learning, adaptive diagnostic and formative assessment, a rotating supporting educators model, and the provision of accessible infrastructure and learning environments. The novelty of this study lies in conceptualizing UDL as a systemic approach that integrates instructional practices, school culture, stakeholder collaboration, and supportive learning environments. These findings demonstrate that UDL has significant potential to strengthen the quality of inclusive education in Indonesian elementary schools. ABSTRAK Keberagaman karakteristik peserta didik di sekolah dasar menuntut penerapan pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar secara setara. Meskipun pendidikan inklusif telah menjadi kebijakan nasional, implementasi pembelajaran di lapangan masih didominasi pendekatan yang seragam sehingga kebutuhan individual peserta didik belum sepenuhnya terfasilitasi. Selain itu, kajian mengenai implementasi Universal Design for Learning (UDL) dalam membangun ekosistem pembelajaran inklusif dan aksesibel di sekolah dasar Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi UDL, mengidentifikasi faktor pendukung, serta mengkaji tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental di SD Tumbuh Yogyakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke yang diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UDL diwujudkan melalui enam strategi utama, yaitu co-teaching fleksibel, diferensiasi dan leveling materi, Project-Based Learning berbasis tema, asesmen diagnostik dan formatif adaptif, supporting educators secara rotasi, serta penyediaan infrastruktur dan lingkungan belajar aksesibel. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian implementasi UDL sebagai pendekatan sistemik yang mengintegrasikan praktik pembelajaran, budaya sekolah, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan dukungan lingkungan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa UDL berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran inklusif di sekolah dasar Indonesia.