Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Mekanisme Paylater Syariah di Platform E-Commerce Rizki Dwi Anggraini
AL-IKHTISAR: The Renewal of Islamic Economic Law Vol. 6 No. 1 (2025): AL-IKHTISAR: The Renewal of Islamic Economic Law
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai skema pembayaran baru, salah satunya fitur paylater atau buy now pay later (BNPL) pada platform e-commerce. Skema ini menawarkan kemudahan dengan memungkinkan konsumen berbelanja terlebih dahulu dan membayar di kemudian hari, baik melalui lembaga pembiayaan maupun perusahaan fintech. Di sisi lain, mekanisme paylater menimbulkan problematika hukum dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, terutama terkait potensi riba, gharar, dan perilaku konsumtif yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme paylater syariah di platform e-commerce dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap al-Qur’an, hadis, fatwa DSN-MUI, regulasi keuangan syariah, serta berbagai artikel jurnal terkait paylater dan BNPL syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa skema paylater konvensional umumnya menggunakan akad qard yang disertai tambahan bunga dan denda keterlambatan, sehingga tidak sesuai dengan prinsip syariah. Namun, secara konsep, paylater dapat disesuaikan menjadi paylater syariah apabila menggunakan akad yang sah, seperti murabahah, bay‘ bi tsaman ajil, ijarah, atau kafalah; imbalan yang diambil berbentuk ujrah yang disepakati di awal; bebas dari riba dan gharar; serta disertai perlindungan konsumen dan pengendalian perilaku konsumtif sesuai maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menegaskan pentingnya desain produk paylater syariah yang tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada keadilan, transparansi, dan keberlanjutan sosial.
Menavigasi Era Belanja Cashless: Menilai Dampak Ganda Kemudahan Aplikasi dan Insentif Dompet Digital terhadap Perilaku Pembelian Generasi Z Rizki Dwi Anggraini; Hafizh Perdana; Nur Diana Dewi; Fawwaz Raihan
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v7i1.1313

Abstract

Perkembangan teknologi e-commerce dan sistem pembayaran digital telah merevolusi lanskap ritel dan perilaku konsumsi, khususnya pada kelompok Generasi Z sebagai digital natives. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemudahan penggunaan aplikasi e-commerce serta ketersediaan metode pembayaran digital terhadap perilaku belanja online konsumen Generasi Z di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form) dengan melibatkan 50 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menginterpretasikan frekuensi, persentase, dan tren kecenderungan perilaku responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-commerce yang paling dominan digunakan adalah Shopee (54%), diikuti oleh Lazada (30%). Konsumen Generasi Z memberikan persepsi yang sangat positif terhadap kemudahan aplikasi (antarmuka, kecepatan pencarian, stabilitas sistem, kemudahan checkout, dan fitur interaktif) dengan tingkat persetujuan rata-rata di atas 90%. Dari sisi sistem pembayaran, e-wallet menjadi metode utama yang paling disukai (28%), di mana kepraktisan transaksi dan intensitas promo cashback (64% sangat setuju) terbukti menjadi stimulan kuat dalam meningkatkan frekuensi dan nilai pengeluaran belanja online. Kombinasi dari pengalaman aplikasi yang seamless dan ekosistem pembayaran yang praktis mendorong aktivitas belanja online yang intensif pada Generasi Z, dengan mayoritas bertransaksi 3–5 kali per bulan (48%) dan alokasi pengeluaran bulanan mendominasi di atas Rp500.000 (46%). Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi teknologi antarmuka dan integrasi promosi digital bagi pelaku e-commerce guna mempertahankan loyalitas konsumen masa kini.