Diare merupakan kondisi buang air besar dengan tinja berbentuk cair yang terjadi sedikitnya tiga kali dalam sehari. Program pengendalian dan pencegahan diare pada anak balita belum pernah diimplementasikan di Puskesmas Meral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pengelolaan program pengendalian dan pencegahan diare pada anak balita di Puskesmas Meral. Metode : Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan konvergen yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, meliputi: (1) penelitian kualitatif non-standar. (2) analisis tren untuk mengevaluasi hubungan antara pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan berat badan lahir rendah dengan kasus diare, serta (3) studi potong lintang deskriptif dan analitik untuk menentukan prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare. Jumlah informan berjumlah 13 orang pada metode kualitatif dan 220 responden pada metode kuantitatif. Hasil: (1) Upaya gizi seimbang, imunisasi, dan promosi kesehatan telah terlaksana secara optimal; (2) terdapat hubungan signifikan antara tidak diberikannya ASI eksklusif serta imunisasi tidak lengkap dengan kejadian diare; (3) prevalensi diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Meral berkisar antara 32,5%–43,5%; (4) faktor pemberian ASI eksklusif, status imunisasi, kebiasaan cuci tangan, kebiasaan menggunakan air bersih, dan sanitasi limbah berpengaruh terhadap kejadian diare. Kesimpulan dan Rekomendasi: Diperlukan intervensi terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare serta penyusunan rencana kerja tiga tahun untuk menurunkan prevalensi diare, dengan pemantauan dan evaluasi secara berkala.