This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Chendra Perdana Putra
Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (Gp2sp) di Provinsi Riau: A Mixed Methods Study Chendra Perdana Putra; Afrizal Afrizal; Hardisman Hardisman; Mohamad Reza
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55274

Abstract

Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan melalui berbagai intervensi kesehatan di tempat kerja, meliputi aspek gizi, kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit, serta dukungan bagi ibu hamil dan menyusui. Meskipun memiliki peran penting, implementasi GP2SP di tingkat perusahaan belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem organisasi, sehingga belum menjadi bagian dari budaya dan mekanisme kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan belum terintegrasinya GP2SP dengan sistem perusahaan. Penelitian menggunakan desain mixed- methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Studi dilakukan di dua perusahaan di Provinsi Riau pada periode Agustus–Oktober 2025. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 104 pekerja perempuan, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan kunci. Analisis data kuantitatif dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui proses coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GP2SP belum terintegrasi secara sistemik dalam manajemen perusahaan. Meskipun telah ditetapkan melalui kebijakan internal, program belum terinstitusionalisasi pada tingkat struktural, operasional, maupun kultural. Penugasan personel yang bersifat non-struktural, rendahnya pemahaman karyawan, serta minimnya partisipasi berpotensi menjadikan GP2SP sebatas pemenuhan administratif tanpa memberikan dampak nyata terhadap kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan.