Latar belakang: Konsumsi minuman berpemanis (sugar-sweetened beverages/SSB) pada remaja meningkat pesat dalam dua dekade terakhir dan berkontribusi terhadap risiko obesitas serta penyakit tidak menular. Faktor psikososial, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan kebijakan publik terbukti memengaruhi pola konsumsi remaja. Tujuan: Mengidentifikasi determinan psikososial konsumsi minuman berpemanis pada remaja melalui telaah sistematis terhadap literatur nasional dan internasional periode 2021–2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan systematic review dengan pedoman PRISMA, menyeleksi 13 artikel relevan dari basis data internasional dan nasional. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengelompokkan faktor individu, sosial, ekonomi, dan kebijakan yang memengaruhi konsumsi SSB. Hasil: Konsumsi SSB pada remaja dipengaruhi oleh ketersediaan di rumah, pengaruh teman sebaya, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, preferensi rasa, kontrol diri, stres, serta kualitas tidur. Dukungan terhadap kebijakan publik seperti pajak SSB dan pembatasan penjualan di sekolah cukup tinggi di kalangan remaja, sehingga kebijakan ini berpotensi efektif menekan konsumsi. Kesimpulan: Konsumsi minuman berpemanis pada remaja dipengaruhi oleh faktor psikososial, individu, sosioekonomi, serta kebijakan publik. Intervensi komprehensif yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan regulasi pemerintah diperlukan untuk menekan konsumsi berlebihan dan mencegah risiko kesehatan jangka panjang. Kata Kunci: remaja, minuman berpemanis, determinan psikososial, pendidikan orang tua, kebijakan publik