Kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam menentukan efektivitas pelayanan rumah sakit, terutama pada rumah sakit pemerintah daerah yang menghadapi tuntutan mutu pelayanan dan keterbatasan sumber daya. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh penerapan gaya kepemimpinan dan keterikatan emosional pegawai terhadap organisasi. Kepemimpinan autentik (authentic leadership) merupakan gaya kepemimpinan yang menekankan kesadaran diri (self-awareness), perspektif moral terinternalisasi (internalized moral perspective), pemrosesan informasi yang seimbang (balanced processing), serta transparansi relasional (relational transparency). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan autentik terhadap kinerja pegawai serta menguji peran komitmen afektif sebagai variabel mediasi pada pegawai RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 200 pegawai yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert 1–5, dan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan autentik berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif (β=0,532; t=8,340; p=0,000); komitmen afektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,396; t=5,092; p=0,000); kepemimpinan autentik berpengaruh positif namun tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai (β=0,110; t=1,281; p=0,201); dan komitmen afektif terbukti memediasi secara penuh (full mediation) hubungan antara kepemimpinan autentik dan kinerja pegawai (β=0,211; t=3,931; p=0,000). Disimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan autentik di RSUD Ratu Aji Putri Botung mampu meningkatkan kinerja pegawai apabila terlebih dahulu mampu membangun komitmen afektif yang kuat. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam pengembangan kajian perilaku organisasi sektor kesehatan, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kepemimpinan Autentik, Komitmen Afektif, Kinerja Pegawai.