Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru dalam Pengelolaan Lingkungan Emosional Siswa: Studi Fenomenologi dengan Pendekatan Teori Emosi Daniel Goleman Putri Nurina; Desi Setiyadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.587

Abstract

Fenomena meningkatnya kompleksitas emosi di ruang kelas menuntut guru memiliki kemampuan pengelolaan emosional yang lebih adaptif dan reflektif. Dalam konteks pendidikan dasar, guru berperan penting sebagai penjaga keseimbangan psikologis yang menentukan suasana belajar siswa. Namun, kenyataannya banyak guru menghadapi tekanan emosional akibat tuntutan administratif, ekspektasi sosial, dan dinamika perilaku siswa yang beragam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi dan pengalaman guru dalam mengelola lingkungan emosional siswa melalui perspektif teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, karena berfokus pada pemaknaan pengalaman hidup (lived experience) guru yang bersifat subjektif dan kontekstual. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada tiga sekolah dasar negeri yaitu SDN 1 BNG, SDN 1 PAP, dan SDN 2 PAP. Partisipan terdiri atas tiga guru kelas sebagai subjek utama dan tiga kepala sekolah sebagai informan triangulasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta catatan reflektif guru, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, jurnal kegiatan pembelajaran, serta literatur ilmiah terkini (2021–2025) terkait pembelajaran sosial-emosional. Analisis data dilakukan secara manual dengan pendekatan fenomenologis Moustakas melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan makna, dan sintesis esensi pengalaman untuk menemukan inti fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun suasana emosional positif melalui strategi seperti komunikasi empatik, penggunaan humor, refleksi spiritual, dan regulasi diri sebelum mengajar. Tantangan utama yang dihadapi mencakup kelelahan empatik, ketegangan peran, serta minimnya dukungan kelembagaan terhadap kesejahteraan emosional guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan emosional di sekolah dasar bukan sekadar keterampilan profesional, melainkan praktik kemanusiaan yang memadukan kesadaran diri, empati sosial, dan keseimbangan batin. Guru tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan, tetapi juga fasilitator emosi yang menumbuhkan ruang belajar penuh makna dan berjiwa.
Efektivitas Konseling Kelompok Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Kecemasan Santri pada Kegiatan Muhadhoroh di Pesantren Syarifah Syarifah; Nur Hermatasiyah; Putri Nurina
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 3 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i3.13121

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT)-based group counseling in reducing students' anxiety during muhadhoroh (public speaking) activities at an Islamic boarding school. A quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed. The participants consisted of 20 seventh-grade female students selected through purposive sampling from 45 students who exhibited moderate to high levels of public speaking anxiety.They were divided into an experimental group and a control group, each consisting of 10 participants. The experimental group received five sessions of CBT-based group counseling, whereas the control group received no intervention. Data were collected using an anxiety questionnaire and analyzed through Shapiro-Wilk normality test, Levene's homogeneity test, paired sample t-test, independent sample t-test, and N-Gain analysis. The findings indicated that the data were normally distributed and homogeneous. The experimental group showed a significant reduction in anxiety scores from a mean of 82.70 to 53.60, while the control group showed only a slight decrease from 76.80 to 73.70. The independent sample t-test revealed a significant difference between groups (p < 0.001), supported by a very large effect size (Cohen's d = -2.664). Furthermore, the experimental group achieved an N-Gain score of 0.526 (52.64%), categorized as effective, whereas the control group obtained only 0.063 (6.33%). These findings demonstrate that CBT-based group counseling is effective in reducing students' anxiety during muhadhoroh activities.