Ach Chaidar Ghazy
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pendidikan: Pengembangan Metodologi dan Media Pembelajaran di Era Digital Ach Chaidar Ghazy; Ghozali Ghozali; Krisna Aditiya Wibowo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.594

Abstract

Artikel ini membahas transformasi pendidikan di era digital yang dipicu oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan ini menuntut pembaruan dalam metodologi, media pembelajaran, serta peran pendidik agar mampu menjawab tantangan abad ke-21. Penelitian dilakukan dengan metode studi pustaka melalui telaah dan analisis terhadap 10 artikel relevan  dari  sepuluh  tahun  terakhir terkait digitalisasi pendidikan, media pembelajaran, serta pengembangan kurikulum. Fokus penelitian diarahkan pada strategi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi serta penguatan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini dilakukan dengan menelaah berbagai sumber literatur dari jurnal-jurnal terindeks yang membahas tema pendidikan Islam di berbagai konteks. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui teknik sintesis literatur guna menghasilkan temuan teoritis yang lebih komprehensif dan bermakna.  Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti e-learning, multimedia interaktif, aplikasi edukasi, webinar, hingga AR/VR, berkontribusi besar dalam menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan adaptif. Pemanfaatan media pembelajaran digital terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, motivasi siswa, serta efektivitas pengajaran. Namun, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan pendidik, kesenjangan akses teknologi, serta risiko privasi data. Oleh karenanya, transformasi pendidikan di era digital memerlukan strategi implementasi yang tepat, termasuk penguasaan teknologi oleh guru, pengembangan kurikulum berbasis digital, serta penyediaan sarana pendukung yang memadai. Dengan langkah yang terarah, transformasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, berdaya saing tinggi, sekaligus berkarakter, sehingga siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Ketegangan antara Kebebasan Berpendapat dan Ketertiban Umum: Studi tentang Aksi Demo dan Kerusakan Fasilitas Umum Ach Chaidar Ghazy; Isroqunnajah Isroqunnajah
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.48

Abstract

Demonstrations serve as a symbol of public participation in a democratic state, yet they often escalate into anarchic actions that damage public facilities and disrupt social stability. This phenomenon reflects the tension between the ideal of freedom of expression and the reality of mass behavior on the ground. This study aims to examine the causes, dynamics, and legal implications of demonstrations that result in the destruction of public facilities, analyzed through the perspectives of state law and Islamic law. This research employs a qualitative method based on library research by reviewing regulations, academic literature, and the thoughts of both classical and contemporary scholars. The findings reveal that Law Number 9 of 1998 guarantees the right of citizens to express their opinions, while also providing strict limitations on actions that may lead to unrest or damage. Meanwhile, from an Islamic perspective, demonstrations are considered permissible as long as they do not cause harm and adhere to the principles of amar ma’ruf nahi munkar. The destruction of public facilities is classified as fasād, which is prohibited in Islamic law because it violates the principles of preserving property and life (ḥifẓ al-māl and ḥifẓ al-nās). This study concludes that demonstrations can only function as a constructive democratic tool when carried out peacefully, responsibly, and with respect for the public interest. A synergy between the community, security forces, and the state is needed to cultivate a mature and civilized democratic culture that does not harm public spaces.   Keywords: demonstrations, public facilities, Islamic law