Siswanto Siswanto
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membentuk Karakter Qur'ani: Analisis Nilai Ibadah dalam Buku One Day One Juz Maghfiratus Sholehah; Siswanto Siswanto
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.734

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan utama untuk membentuk pribadi manusia yang tidak hanya beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai proses pembinaan, salah satunya dengan membiasakan peserta didik untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an. Kegiatan pembiasaan ini menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter Qur’ani, sehingga peserta didik mampu menginternalisasi ajaran Islam secara menyeluruh dalam sikap, perilaku, dan cara berpikirnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai ibadah dalam buku One Day One Juz serta relevansinya dengan tujuan Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter Qur'ani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research). Sumber data primer adalah buku One Day One Juz: Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur'an dan Kisah Inspiratif Odojers karya Miftah A. Malik dan ODOJ, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur relevan lainnya. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, dianalisis menggunakan analisis isi, dan diuji keabsahannya melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku One Day One Juz memuat nilai-nilai ibadah meliputi penguatan iman, ketenangan jiwa, perolehan pahala, peningkatan motivasi hidup, perlindungan dari perbuatan maksiat, peningkatan ilmu pengetahuan, kelapangan rezeki, dan petunjuk hidup. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan tujuan Pendidikan Agama Islam karena berkontribusi dalam membentuk karakter Qur'ani yang tercermin dalam keimanan, akhlakul karimah, dan kepribadian muslim. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan ibadah, tetapi juga sebagai media edukatif pembentukan karakter Qur'ani.  
Child Protection in Indonesian Islamic Boarding Schools: Between Compliance and Normative Coherence. A Systematic Literature Review Achmad Muzammil Alfan Nasrullah; Mohammad Muchlis Solichin; Siswanto Siswanto
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 01 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i01.1810

Abstract

Child protection in Indonesian pesantren remains structurally compromised by a normative gap between Islamic legal principles and state regulatory instruments, a gap distinct from mere enforcement failure. This systematic review synthesizes existing scholarship on this tension and proposes an integrative analytical framework grounded in maqāṣid al-sharīʻah. Following the PRISMA 2020 protocol, 51 peer-reviewed articles (2014–2025) were retrieved from Scopus, Web of Science, ERIC, and Dimensions and analyzed using a hybrid thematic-framework synthesis informed by Jasser Auda's systems approach to maqāṣid. Three disconnected literature streams were identified: empirical-structural studies documenting violence, compliance-oriented assessments of regulatory adherence, and maqāṣid-doctrinal analyses confined to family law, none of which integrates all three within the pesantren context. Applying a four-domain normative gap rubric to taʻzīr legitimacy, reporting mechanisms, kiai–santri power relations, and disciplinary boundaries, a composite gap score of 9.75/12 was obtained relative to Perdirjen 1262/2024, indicating a critical coherence deficit. The Beyond Compliance framework proposed here operates at three recursive levels, normative, institutional, and evaluative, arguing that effective child protection requires principled coherence between Islamic law and state regulation, not compliance with the latter alone. This constitutes the First PRISMA-based systematic review in internationally indexed databases that integrates maqāṣid al-sharīʻah with pesantren child protection scholarship, and the first peer-reviewed evaluation of Perdirjen 1262/2024. Findings carry direct implications for pesantren policy reform and Islamic jurisprudence on child welfare