Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD N 1 SULURSARI Okta Dwi Kusmiyantoro; Joko Sulianto; lin Purnamasari
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.547

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru serta kurangnya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dan ketuntasan belajar siswa antara pembelajaran yang menggunakan model Problem Based Learning dan Discovery Learning pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain posttest-only control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas IV A sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model PBL dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol yang menggunakan model Discovery Learning, masing-masing berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji hipotesis Independent Sample T-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kelas PBL memperoleh rata-rata nilai 84 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%, sedangkan kelas Discovery Learning memperoleh rata-rata nilai 73 dengan ketuntasan belajar sebesar 36%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem-Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV sekolah dasar.