Junita C. Makawawa
Universitas Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Joyful Learning in Elementary Mathematics: A Multi-Site Case Study of Teacher Strategies and Student Engagement in Tomohon City Deysti Trivena Tarusu; Junita C. Makawawa; Navel Oktaviandy Mangelep
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.895

Abstract

Purpose: This study examines the challenges of implementing Joyful Learning in primary school mathematics instruction across four public schools in Tomohon City, North Sulawesi, addressing the gap between national curriculum policy endorsement of student-centered pedagogy and its actual classroom practice. Methods: A qualitative multi-site case study design was employed involving 12 mathematics teachers and 60 students across urban and peripheral schools. Data were collected through 48 classroom observations, semi-structured interviews, lesson plan (RPP) analysis, school assessment reports, and a student engagement questionnaire, analyzed using Miles and Huberman's (2014) interactive model. Findings: Only 25% of observed lessons incorporated joyful elements (40% urban vs. 10% peripheral schools). Student engagement averaged 2.3 out of 5.0, with 65% reporting persistent confusion and average achievement scores of 65/100. Research Implications: Effective Joyful Learning requires sustained mathematics-specific teacher professional development, equitable resource allocation, and structured community engagement programs. Policymakers should develop ready-to-use joyful mathematics modules aligned with Kurikulum Merdeka objectives and establish dedicated infrastructure funding for peripheral schools. Originality: This study provides the first multi-site empirical evidence of Joyful Learning implementation in a mid-sized Indonesian city, revealing how urban-peripheral resource disparities systematically determine pedagogical innovation outcomes at the primary school level.
PERSEPSI MAHASISWA PGSD TERHADAP MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO Junita C. Makawawa; Felisitas Waruwu; Putri Dasima Sembiring; Marselin Sawolino; Veronica Sipir; Natasya Tamuntuan; Joelandi Kalangie
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5105

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan media sosial sebagai salah satu media pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Manado terhadap media sosial sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 50 mahasiswa semester IV sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang terdiri atas 20 butir pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu kemudahan, manfaat, efektivitas, dan dampak penggunaan media sosial dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert dan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran. Pada aspek kemudahan, media sosial dinilai sangat baik karena memudahkan akses informasi dan materi pembelajaran. Pada aspek manfaat, media sosial membantu mahasiswa mencari informasi terkait tugas, meningkatkan pemahaman materi, serta membuat pembelajaran lebih menarik. Pada aspek efektivitas, media sosial mendukung komunikasi akademik, interaksi dengan dosen, dan diskusi dengan teman. Sementara itu, pada aspek dampak, media sosial memberikan dampak positif dalam mendukung kerja kelompok dan kolaborasi belajar, meskipun masih ditemukan dampak negatif berupa distraksi, penurunan produktivitas belajar, dan kesulitan mengontrol waktu penggunaan. Secara keseluruhan, media sosial dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital, namun penggunaannya perlu dilakukan secara bijak agar manfaat yang diperoleh lebih optimal.