Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan media sosial sebagai salah satu media pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Manado terhadap media sosial sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 50 mahasiswa semester IV sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang terdiri atas 20 butir pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu kemudahan, manfaat, efektivitas, dan dampak penggunaan media sosial dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert dan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran. Pada aspek kemudahan, media sosial dinilai sangat baik karena memudahkan akses informasi dan materi pembelajaran. Pada aspek manfaat, media sosial membantu mahasiswa mencari informasi terkait tugas, meningkatkan pemahaman materi, serta membuat pembelajaran lebih menarik. Pada aspek efektivitas, media sosial mendukung komunikasi akademik, interaksi dengan dosen, dan diskusi dengan teman. Sementara itu, pada aspek dampak, media sosial memberikan dampak positif dalam mendukung kerja kelompok dan kolaborasi belajar, meskipun masih ditemukan dampak negatif berupa distraksi, penurunan produktivitas belajar, dan kesulitan mengontrol waktu penggunaan. Secara keseluruhan, media sosial dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital, namun penggunaannya perlu dilakukan secara bijak agar manfaat yang diperoleh lebih optimal.