This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Rafelda Rizky Amanda
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Operational budgeting as a planning tool in MSME “Pempek Cek Nabila” Rafelda Rizky Amanda; M. Yusuf; Marieska Lupikawaty
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89164

Abstract

This study aims to prepare an operational budget as a tool for profit planning at MSME Pempek Cek Nabila. The background of this research is based on the lack of budgeting practices within the business, which causes the owner to struggle in accurately determining the actual profit earned. This research employs a descriptive quantitative method, collecting data through interviews, direct observation, and documentation. The budget is prepared using historical data on sales, production, and operational costs from 2022 to 2024. The results indicate that by compiling budgets for sales, production, raw materials, direct labor, factory overhead, Cost of Goods Sold (COGS), and operational expenses, the business can project net profits more precisely. In 2025, Pempek Cek Nabila is projected to earn a net profit of IDR 15,978,592 from small-sized pempek and IDR 5,599,737 from kapal selam pempek. Therefore, the profit and loss budget serves as an essential tool for profit planning, cost control, and more measurable and efficient strategic decision-making. Furthermore, the budget serves as a cost control tool that helps minimize inefficiencies and as a decision support instrument, providing a rational basis for sales strategies and investment planning.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun anggaran operasional sebagai alat perencanaan laba pada UMKM Pempek Cek Nabila. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya penerapan sistem anggaran dalam operasional usaha dan kurangnya pencatatan penjualan, sehingga pemilik usaha kesulitan dalam menentukan laba yang diperoleh secara pasti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Anggaran disusun berdasarkan data historis penjualan, produksi, serta biaya operasional selama tiga tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penyusunan anggaran penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, HPP dan biaya operasional, UMKM dapat memproyeksikan laba bersih secara lebih akurat. Pada tahun 2025, Pempek Cek Nabila diproyeksikan memperoleh laba bersih sebesar Rp15.978.592 untuk pempek kecil dan Rp5.599.737 untuk pempek kapal selam. Dengan demikian, anggaran laba rugi terbukti menjadi alat penting dalam perencanaan laba, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan strategis yang lebih terukur dan efisien. Anggaran berfungsi sebagai alat cost control yang memungkinkan pemilik usaha menekan pemborosan, serta sebagai decision support yang memberikan dasar rasional dalam menetapkan strategi penjualan maupun investasi usaha. Kata Kunci: anggaran operasional; pempek; perencanaan laba; UMKM